alexametrics

Dunia Monster Menggemaskan Hana Madness

8 Desember 2019, 00:23:43 WIB

JawaPos.com – Hana Madness menggelar pameran mini di GanaraxArtsphere, Senayan City. Pameran yang berlangsung hingga Januari 2020 ini bertajuk Suddenly Monster. Menggunakan ruang pamer yang tak begitu luas, pameran ini tidak hanya menyajikan koleksi-koleksi aklirik di atas kanvas karya Hana Madness. Sebuah mural yang membentang di dinding ruang pamer ikut Hana hadirkan.

’’Mural ini kukerjakan selama tiga hari,’’ kata Hana di sela pembukaan pameran. Adi Cumi menjadi awak produksi andalan Hana dalam mengerjakan mural berisi figur-figur karakter khas Hana Madness itu. Mulanya, mural serupa hendak dikerjakan Hana pada dinding luar GanaraxArtspehre. Namun, rencana itu terpaksa dibatalkan akibat keterbatasan waktu pengerjaan.

Suddenly Monster menampilkan karya-karya Hana dalam tiga tahun terakhir. Seniman yang juga dikenal sebagai aktivis kesehatan jiwa ini setia berkutat dengan ide memindahkan teror kegelisahan dirinya sebagai orang dengan bipolar ke atas kanvas. Sumber-sumber kegelisahan itu Hana wujudkan seturut karakter masing-masing ke dalam bermacam figur. Uniknya, figur karakter ciptaan Hana yang berangkat dari persoalan serius kejiwaannya tersebut justru berwujud menggemaskan dan jauh dari menyeramkan.

Kumpulan monster mungil yang hadir bersama warna-warna pastel itu menunjukkan cara Hana menghadapi kegelisahannya. Bukan lagi untuk dilawan atau dituruti, melainkan dipahami dan diantisipasi. Lewat cara itu, Hana dapat lebih tenang melewati jungkir balik mood yang niscaya dialami oleh orang dengan bipolar. ’’Mereka sahabat saya,’’ katanya.

Suddenly Monster menjadi pameran mini Hana Madness yang menyajikan karya di atas kanvas dan mural. (Arya Darmaja for Jawa Pos)

Hana Alfikih, nama lahirnya, menjadi salah satu seniman Indonesia yang kerap menggelar karyanya di mancanegara. Dalam dua tahun terakhir, karya akrilik di atas kanvasnya pernah hadir dalam Hidden Artist Festival di Korea Selatan dan Take Over Festival di London. Di kurun waktu yang sama, Hana juga sempat menghadirkan karya kolaborasi berupa film dokumenter di Jerman, Australia, dan Inggris.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : tir


Close Ads