alexametrics

Peringatan Hari Pelukis Tanpa Tangan

6 September 2020, 01:44:14 WIB

JawaPos.comAssociation of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) adalah organisasi besar yang menaungi pelukis kaki dan mulut di dunia. AMFPA menjadi semacam rumah bersama bagi para pelukis yang tak menggunakan tangan saat menciptkan karya. Setiap tahun, AMFPA menetapkan 5 September sebagai hari peringatan internasional pelukis mulut dan kaki.

’’Tanggal tersebut bertepatan dengan wafatnya pendiri AMFPA,’’ kata Sabar Subadri, salah satu anggota AMFPA dari Indonesia. Pada 5 September 1984, Arnulf Erich Stegmann yang menjadi pendiri AMFPA mangkat. Dia adalah pelukis dari Jerman yang melukis dengan menggunakan mulut dan menjabat presiden pertama AMFPA. Sejak itu, tanggal kepergian Stegmann ditetapkan AMFPA sebagai hari internasional pelukis kaki dan mulut.

Para anggota AMFPA di seluruh dunia banyak yang memperingati momentum tersebut dengan beragam cara. Di Salatiga, Sabar Subadri menggelar peringatan itu di galeri sekaligus studionya. ’’Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan public awareness seluasnya tentang keberadaan pelukis tanpa tangan di seluruh dunia,’’ katanya.

Peringatan itu Sabar gelar bersama para disabilitas dari Roemah D, Semarang. Selain membicarakan AMPFA dan jejak kreatif para anggotanya, peringatan di Saung Kelir tersebut juga dilengkapi dengan melukis bersama. Bukan melukis dengan tangan, melainkan kaki. Mereka yang bertangan diajak untuk menjajal bagaimana melukis dengan menggunakan kaki. Tentu saja hal itu menjadi tantangan tak mudah bagi para peserta yang mengikutinya.

Di Indonesia, Sabar tidak sendirian menjadi anggota AMFPA. Faisal Rusdi (Bandung), Agus Yusuf (Madiun), M. Amatullah (Gresik), M. Asroel (Tabanan), Sadikin Pard (Malang), dan Salim Harama (Yogyakarta) adalah beberapa pelukis Indonesia lainnya yang bergabung di AMFPA. Di organisasi tersebut, para anggotanya diwajibkan mengirim karya secara berkala. Karya-karya tersebut lantas direproduksi ke dalam beragam bentuk dan para penciptanya mendapat honor.

AMFPA mulanya hanya beranggotakan 18 orang. Kini, organisasi itu memiliki anggota sekitar 800 seniman. Mereka tersebar di 72 negara di dunia. Organisasi ini berdiri pada 1957 di Vaduz, Liechtenstein, yang terletak di antara Swiss dan Austria. Sejak bediri, AMFPA menegaskan posisi para seniman dengan keterbatasan fisik bukan berarti juga terbatas dalam hal kemampuan mencipta karya. (tir)

 

Editor : tir



Close Ads