alexametrics

Simpang dan Berjejal Suvi Wahyudianto

6 Juni 2020, 04:53:51 WIB

JawaPos.com – Perupa muda saat ini terus bermunculan dan semakin banyak. Di tengah kemunculan para perupa muda tersebut, Suvi Wahyudianto hadir dengan identitas karya yang khas. Karyanya hadir dengan kecenderungan yang kontemplatif dan liris. Perjalanan kesenian Suvi sebagai perupa menjadi bahasan Bicara Rupa yang ditaja Galeri Nasional Indonesia secara daring melalui Instagram bertajuk Sesimpangan Berjejalan.

Suvi menyebut tajuk Sesimpangan Berjejalan mewakili perjalanan keseniannya. ’’Menjadi seniman adalah pilihan. Ketika masuk ke dunia kesenimanan banyak persimpangan, banyak pilihan,’’ jelasnya. Menurut Suvi, seniman muda harus bisa menentukan sikap, menentukan pilihan berikut strategi-strateginya. Tentu saja setiap simpang yang jadi pilihan menggamit risiko masing-masing.

Suvi menambahkan, berjejalan juga mewakili situasi kini. ’’Hari ini banyak sekali seniman muda lahir dan tumbuh. Kita berada di antaranya. Pilihan dan kualitas diri yang menentukan,’’ katanya. Bagi Suvi, siasat yang manjur menghadapi rupa-rupa simpang dan jejalan tersebut adalah kesungguhan, khusyuk, dan yakin. Ketiganya adalah jalan yang mesti dilalui pada simpangan apa pun. Ketiganya pula yang menjadi bekal saat menghadapi sesaknya berjejal.

Suvi Wahyudianto lahir di Bangkalan, Madura pada 28 April 1992. Dia adalah lulusan jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya. Karya-karya Suvi fokus mengungkap identitas dan budaya Madura. Dalam proses mendapatkan ide karyanya, Suvi mempelajari persoalan keseharian, memori, dan studi sejarah sebagai latar belakang peristiwa. Dari sana, Suvi lantas mengeksplorasi beragam media dan teknik seni rupa.

Suvi telah mengikuti berbagai pameran bersama dan residensi. Beberapa pameran tunggalnya adalah Homo Sapirin, C2O Gallery, Surabaya (2016); Onggha, REDBASE Foundation, Yogyakarta (2017); dan Ingatan Bergegas Pulang di Cemeti, Yogyakarta (2019). Pada 2018, Suvi menciptakan karya berjudul Angst yang menyajikan perspektifnya tentang sejarah terkait konflik etnis di Sampit dan Sambas (Sempadung). Karya ini mengantarkan Suvi menjadi pemenang UOB Painting of The Year 2018 Kategori Profesional dan penghargaan Juara 1 2018 UOB Southeast Asian Painting of the Year di SIngapura. (tir)

 

 

Editor : tir



Close Ads