alexametrics

Diri dan Ketaksaan Chandra Rosselinni

4 Agustus 2020, 03:14:19 WIB

JawaPos.com – Chandra Rosselinni menaja pameran daring melalui Artsteps bertajuk XXY Journey Problematika Individu Interseks dalam Visualisasi Karya Drawing. Ada 17 karya bertarikh 2018-2020 yang Chandra hadirkan dalam pameran ini. Semua berupa karya dua dimensi yang berangkat dari dunia internal Chandra sebagai pemilik gen XXY 47 kala berhadapan dengan kenyataan di sekitarnya. Gen XXY 47 atau sindrom Klinefelter adalah klasifikasi genetika bagi laki-laki dengan kelebihan kromosom X yang menyebabkan kelamin ambigu, campuran, atau acak hingga menjadikannya androgini atau interseks.

Seperti yang Chandra sebut dalam pengantar pamerannya, sebagai pemilik gen XXY 47, dirinya lahir dua kali. ’’Pertama sebagai seorang perempuan pada 15 Maret 1995 di Jakarta. Lalu sekali lagi sebagai laki-laki di ruang gawat darurat sebuah rumah sakit di Yogyakarta 2015,’’ jelas Chandra. Pendekatan autoetnografi dalam XXY Journey menjadikan Chandra punya ruang lega mewujudkan konsep karya yang bertolak dari hal-hal personal lalu dinegasikan dengan situasi sosial di sekitarnya.

XXY Journey menawarkan tema tak biasa yang muncul dengan kuat lewat beragam wujud visual. Narasi tentang bagaimana sulitnya berdamai dengan diri sendiri, kerumitan menerima kenyataan apa adanya, dan kemerdekaan berkat sikap terbuka terasa tajam dalam pameran ini. Seperti judulnya, XXY Journey menyodorkan perjalanan Chandra sebagai pemilik gen berlebih dan bagaimana dirinya berada di tengah ragam respons lingkungan sekitar yang banyak menimbulkan goncangan batin.

XXY Journey menunjukkan kedirian Chandra dan problematikanya berkelindan dengan ketaksaan yang sangat kuat. Ketaksaan di antara yang tampak dan tidak, antara teks dan gambar, juga antara menggambar dan melukis. Di atas kanvas, benturan antara yang tampak dan tidak muncul dalam karya berjudul No Need to Hide (2018). Karya ini menghadirkan sosok berpakaian lengkap dengan kepala berikut wajah yang tertutup jaket.

Chandra menyebut karya ini menunjukkan kegelisahannya atas identitas diri saat berada di tengah masyarakat. Kurangnya edukasi tentang interseks membuat kesulitan memperkenalkan diri dan bersosialisasi di lingkungan pertemanan maupun keluarga. ’’Bagaimana kami sebagai individu interseks tidak bisa teridentifikasi kasat mata. Kami selalu menyembunyikan diri dalam sebalut kain yang mana sangat androgini,’’ katanya menjelaskan No Need to Hide.

Ketaksaan antara teks dan gambar muncul dalam dua karya tahun 2020 berjudul Selembar Catatan Intersex #1 dan Selembar Catatan Intersex #2 yang masing-masing berukuran 106 x 76 cm. Dua karya ini menggunakan tinta di atas kertas berupa tulisan tangan berisi pernyataan Chandra terkait tema besar pameran ini. ’’Saya ingin menampilkan bentuk asli dari selembar catatan saya. Sengaja menampilkan bentuk sebenarnya dan menulis terang apa adanya,’’ kata Chandra.

Lalu, sapuan kuas cat air pada latar belakang karya-karya Chandra sebelum menorehkan pensil maupun arang menunjukkan ketaksaan di antara teknik menggambar dan melukis yang pekat. Chandra mengakui tegangan antara apakah menggambar atau melukis muncul dalam proses tersebut. ’’Ini bisa di kembangkan dengan banyak medium yang lain bukan hanya drawing saja. Kemungkinan selalu ada dan banyak celah,’’ jelasnya.

Menempuh jalan gambar atau drawing sengaja Chandra ambil dalam XXY Journey. ’’Bagi saya, dalam seni rupa ada kategori spesifik yang langsung menyentuh yakni drawing,’’ katanya. Menurutnya, gambar adalah rumah bagi keterusterangan dan transparansi. Gambar juga menjadi jalan yang terang bagi kejernihan dan kesederhanaan di mana apresiator dapat dengan cepat menangkap ide, emosi, atau tindakan seorang seniman di balik sebuah karya.

Chandra serius melakukan riset untuk pameran ini. Maklum, XXY Journey adalah tesis yang harus dia pertahankan untuk menuntaskan studinya di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pada proses ini Suwarno Wisetrotomo menjadi pembimbing Chandra, sementara Kris Budiman berperan sebagai pengujinya. ’’Sidang saya selesaikan pada 25 Juli 2020 lalu,’’ katanya. (tir)

 

Editor : tir



Close Ads