alexametrics

Tuangkan Keresahan tentang Fenomena Remaja di Era Digital

2 Desember 2019, 20:39:30 WIB

JawaPos.com – Berbagai lukisan, poster, hingga instalasi dipajang di Socah Gallery kemarin (1/12). Karya-karya dalam pameran bertajuk Aurart tersebut merupakan kreasi 24 seniman Komunitas Pintu Tengah, Universitas Negeri Surabaya (Unesa). ’’Benang merah’’ semua karya adalah fenomena remaja di era digital saat ini.

Misalnya, lukisan karya Brinda Mey Ilma. Brinda menyuguhkan dua lukisan yang saling berkaitan. Pada lukisan pertama, tampak pelajar SMP yang sedang merokok. Pada lukisan kedua, sosok anak yang sama dikelilingi bayang-bayang orang tua yang sering bertengkar. Di sebelahnya, ada gawai yang menjadi pelampiasannya. ’’Saya ingin menunjukkan bahwa kenakalan remaja itu multifaktor, bisa dari orang tua, gawai, atau perundungan teman,’’ papar Brinda.

Selain itu, ada Refany Larasati yang membuat instalasi gabungan kayu dan kaca 110 x 170 cm. Di permukaannya terdapat potongan kaca dan kayu yang tidak beraturan. Kayu telah digambari dengan berbagai objek seperti bunga dan gelas. Menurut dia, karya tersebut menjelaskan narsisme remaja saat ini. ’’Sebagian remaja sekarang ingin tampil keren, eksis, dan populer karena pengaruh media sosial yang sangat kencang,’’ jelasnya.

Menurut Sundawan Marshall, ketua penyelenggara, rata-rata anggota Komunitas Pintu Tengah adalah pendidik. ’’Mereka merasakan keresahan, salah satunya tentang bahasa yang digunakan remaja saat menghubungi guru lewat aplikasi obrolan, sering kali tidak sopan,’’ tutur mahasiswa Seni Rupa Unesa itu.

Mengangkat tema fenomena sikap remaja, penyelenggara berharap karya-karya tersebut bisa menjadi refleksi bagi para siswa, guru, dan orang tua.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : nas/c22/nor



Close Ads