alexametrics

Sumpah Kaum Buangan

31 Oktober 2021, 11:58:09 WIB

Sumpah Kaum Buangan

Satu

Kami kaum buangan bersumpah

Mencintai tanah air Indonesia hidup semati

Meski suara kami tak didengar berkali-kali

Dua

Kami kaum buangan bersumpah

Mengakui Pancasila sebagai payung pemersatu bangsa

Meski kami hidup dalam perbedaan

Tapi mengakui NKRI adalah harga mati

Tiga

Kami kaum buangan bersumpah

Mengakui keadilan

Jika para penegak keadilan tak memihak yang beruang

Meski kami selalu kalah dengan yang beruang

Empat

Kami kaum buangan bersumpah

Tetap menuntut hak kami

Meski keadilan telah jadi milik penguasa

Lima

Kami kaum buangan bersumpah

Mengakui korupsi dan penganiayaan

Adalah cara kerja pemimpin kami

Enam

Kami kaum buangan bersumpah

Mengakui kemiskinan dan kemelaratan

Adalah wabah bagi seluruh rakyat Indonesia

Meski kami hidup di negeri yang sehat dan kaya

(Nitapleat, 2021)

Keadilan Yang Hilang

Jiwa-jiwa melata

Lelap disabet dingin angin malam

Adalah kaum buangan dari yang beruang

Bersesakan dan muntah-muntah

Abu dan debu jalan raya

Asap aspal dan kepulan rokok

Atau suara tawar-menawar barang

Terasa tawar

Ada yang tinggal landas

Yang lain mati dilandas

Para buangan yang sudah ditatar moralnya

Berkelahi merebut perhatian di hati orang kaya

Berusaha menjadi kaya di alam raya

Ini sekilas Indonesia di usia senja

Entah hidup, entah cinta, entah uang

Yang jelas ada yang tinggal di landas

Yang lain mati dilandas

(Nitapleat, 2021)

Elegi Republik

Ingin kutulis untukmu puisi paling merdu

Semerdu suara burung-burung di lereng gunung

Dan menceritakan untukmu rahasia perjuangan meruncingkan nyala api

Yang membuka jelaga pada langit

Demi kata merdeka yang tiada usai

Ingin kunyanyikan untukmu lagu paling merdu

Setiap kali mengingatmu dengan rindu yang baru dan memburu

Ketika tiba hari lahirmu

Aku tak tahu dari mana memulainya

Sebab ketika kunyanyikan lagu

Padamu Negeri aku menangis

Padamu Negeri aku berpasrah

Bagimu negeri aku belum merdeka

(Nitapleat, 2021)

SONNY KELEN, Lahir di Leworahang, Flores Timur, NTT, 4 Juli 1997. Kini menetap di Unit Nitapleat Ledalero Maumere-NTT.

Editor : Ilham Safutra




Close Ads