alexametrics

Sajak Galeh Pramudianto

30 Mei 2021, 14:46:26 WIB

Notasi Nasi

lemak dan kolesterol bukanlah soal

dari undangan kawan ke kondangan pernikahan

juga kenduri, bancakan, dan Lebaran

ia timbang badan

lalu berkacak pinggang di cermin

berat badan bukanlah soal

dari gempuran iklan pelangsing

di media sosial

juga cibiran orang tak dikenal

yang mengurus banyak hal

pada pagi ia telah diaduk

oleh aroma pandan nasi uduk

sulur waktu mengingatkannya

akan lambung yang kriuk

bila melewatkan pagi tanpa sarapan

dan nasi uduk ialah melankoli sekaligus renjana

setiap memulai hari yang penuh warna juga enigma

siang ia jelma nasi padang

dari lenguhan nikmat santan

juga ancaman lemak nakal

dan malam bersama handai tolan

ia meriung membicarakan banyak hal

meski di ujung pangkal

nasi liwet telah telentang di lambung keramaian

ia teringat ibunya di desa

yang bertani, sesudahnya menanak nasi

dan amsal itu terus menggerus pikirannya

”jika tak habis, nasinya akan menangis,”

maka dari sebaris petuah yang puitis itu

kini ia punya jawaban

”pulang ditangguhkan dan lapar terus berulang.”

Wadassari, 2021

Kembang Telang

hari-hari berulang dan kenyataan tak pernah ingkar

ia mengetuk dari balik pintu: tuk, bukan, tik, apalagi

onomatope tak mampu mewakili

perasaanku padamu

dari khasiat penuh riwayat

dan biru cawan bersulang kemudian.

Wadassari, 2021

Episode Kesekian

hari masih panjang

meski semesta kerap sungsang

dan harapan lahir

dari gumpalan tinja terbuang

memupuk perjalanan

lewat tanah dan cerlang tumbuhan

hari mungkin masih panjang

cinta selalu terjaga

tak ada sia dari segala upaya

memandang dari jauhan

dari balik bukit kepada rentang lautan

serupa pelukan tak pernah sampai

menjadi jembatan bagi kesedihan

menjadi hari nyaring bagi jalan kesepian.

2021


GALEH PRAMUDIANTO

Berdomisili di Tangerang Selatan. Pengajar dan penggiat di Penakota. Buku puisinya Asteroid dari Namamu beroleh Acarya Sastra 2019.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads