alexametrics

Cari Sinyal

27 Maret 2022, 09:09:12 WIB

Cari Sinyal

sebagaimana Yesus naik ke Gunung Tabor

bertemu Musa dan Elia

ia panjat Gunung Jabal bertemu sinyal

tiba di puncak gunung ia buka handphone dan sinyal de datang

lalu dia suara-suara:

kami pu tenaga guru sukarela su habis bama

bagaimana dia bisa seperti kasuari kuat jalan kaki

dari rumah ke sekolah?

kami punya papan sudah habis kapur

dengan apa kami belajar tulis?

suaranya tangan yang bikin patah ranting pohon

suaranya peluru kas hilang hidup burung kakaktua

suaranya jerat kas patah kaki babi hutan

dia turun gunung seperti gerak matahari terbenam

sambil bernyanyi himne guru dengan suara kodok

lalu buang mata ke langit cerah seperti presiden pu senyum

ia lempar dengan lagu: Aku Papua

suaranya sama deng Kaka Frangky Sahilatua

(Ubrub, 2022)

Kelas Menggambar

setiap sore kami punya bapa guru

datang dengan senyum air jernih

datang dengan kumis tipis dan jenggot macam akar beringin

de ajar dan ajak kami bikin gambar fantasi

sebagaimana anak burung tunggu induk di sangkar

kami sudah dari lama tunggu

dengan buku dan pensil dan karet penghapus

menggambar ialah memahami diri lain

yang tinggal-tinggal semisal di telaga

bapa guru jalan keliling macam paman dan suster biasa pusling

dan ia lihat:

di pinggir telaga kodok pukul tifa

di dahan matoa kakaktua bernyanyi

di tubuh lapuk pohon yang su lama tumbang

tikus tanah sandar sambil menenteng senjata

(Ubrub, 2022)

Pergi Perang Lawan Musuh

pergi perang lawan musuh

macam rusa ketemu jerat —bapa dapat bunuh

jerat yang hantam itu

seperti ular sudah: lingkar dan telan bapa pu badan

sama dengan tanah dusun tanpa pohon,

tandus

mama pu hidup begitu

trada bapa

sa macam air kali otoma masih mengalir

meski su kena limbah

siapa mo jadi Nabi Musa untuk kami dua?

yang dengan doa dan tongkatnya air laut dapat belah

dan kami bisa menyeberang?

kalau semangat dan harapan hampir hilang

kami ingat bapa

kenangan tentang dia sama dengan telkol,

tra pernah kami kas kosong deng kapur

kalau kabut turun seperti selimut, bungkus kampung

dan dingin tusuk kulit badan

sa dan mama baku ajak —menjelma sirih dan pinang

bertemu di mulut orang-orang

kitorang dapat kunyah: ludah, lidah, dan bibir jadi merah darah

(Arso, 2022)


Keterangan:

  • Sa: saya
  • Trada: tidak ada
  • Sama deng: sama dengan
  • Bama: bahan makanan
  • De: dia
  • Paman: pak mantri
  • Pusling: puskesmas keliling
  • Pu: punya
  • Su: sudah
  • Mo: mau
  • Telkol: tempat kapur (bahasa suku Emem)
  • Kitorang: kita
  • Kas: kasih
  • Deng: dengan

GODY USNAAT

Lahir di Kampung Faenono, Kab Timor Tengah Utara, NTT. Ia kini tinggal di Kampung Umuaf, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua. Buku puisi terbarunya Bertemu Belalang (JBS, 2022).

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads