Samudra Tanda

20 November 2022, 10:49:43 WIB

Samudra Tanda

 

di lautan tanah airku

akulah ikan yang menjadi saksi bagi kapal-kapal beragam bendera

melintas di tengah samudra, mengabarkan kasih sayang semesta

 

akulah ikan yang tak juga mengerti keluasan samudra

yang penuh tanda-tanda

 

pada musim tertentu aku bermigrasi

mencari ruang hidup yang lebih lapang

mencari peruntungan dan nasib baik agar berumur panjang

 

akulah ikan yang tak henti memahami tanda cinta semesta

melalui sapaan penghuni laut lain dan suara-suara kapal beragam bendera

 

jika aku bisa bereinkarnasi aku hanya berharap

agar aku bisa abadi sebagai ikan yang terus berenang dan berenang

hingga menemui ajal

 

di lautan tanah airku

akulah ikan yang bisa saja tersangkut jala yang terlepas dari buritan kapal

dan itulah nestapa yang sesungguhnya

 

akulah ikan yang penuh kehendak bebas

sedih dan menangis jika sampai tersangkut jala

 

akulah ikan yang selalu berdoa untuk para penghuni kapal yang melintas

agar tak tenggelam jika ada badai dan selalu bersahabat denganku

membiarkan diriku terus berenang

dan mengembalikanku ke laut jika tersangkut jala

 

2022

Melebung*

 

bukan muram durja dikabarkan semesta

tanah mesuji

 

ini hari ikan-ikan masih berkelana

di rawa dangkal tak seluas sungai buaya

para buruh riang menangkap ikan-ikan berloncatan

 

leleran keringat para buruh menyatu bersama air

peluh dari kebun sawit, karet, dan semangka

 

’’mana ikan gabusmu?” tanya seseorang

’’mana ikan mujairmu?” tanya seseorang lagi

’’mana ikan patinmu?” tanya yang lainnya

 

para buruh bertempik sorak melupakan nestapa

ancaman utang dalam kelindan hari dan tanggal

 

mereka bukan lagi si pandir

kerbau yang dicucuk hidungnya hingga pasrah dan berserah

 

mereka petarung nasib sejati

mengubah lahan gersang jadi pundi rupiah

serupa transmigran yang dianggap buangan

 

ragab begawe caram**

demikianlah nujuman yang menjelma jadi asa dan doa

menjalar di dalam nadi dan darah menjadi gumpalan nyali

mengubah jiwa kerdil menjadi harga diri

tak semurah yang dijajakan di jalan-jalan

dengan atau tidak menggunakan mikrofon

 

2020

Catatan:

*Melebung: Budaya lokal di Mesuji, Lampung, ramai-ramai menangkap ikan di rawa.

**Ragab begawe caram: Bekerja tangkas dalam damai dan gotong royong. Bahasa yang akrab didengar di Mesuji, Lampung.

Alprazolam

 

seluruh puisi dengan semua bahasa di dunia telah terbunuh

lenyap ke dalam depresi

di malam yang penuh sungkan

pada ruang yang hening

serupa ruang high care unit (HCU) rumah sakit

yang menyembunyikan denyut jantungmu sakit akut

 

penyair pun binasa di ruang HCU itu

tak lagi memainkan pusaran kata yang rahasia dan penuh makna

puisi telah terluka dan tanggal dari ibu diksi

mengeluarkan darah merah menghitam

seperti memeram ledekan penyakit

di ruang HCU itu ada orang menyebutnya kolesterol parah

 

tak ada lagi yang menyentuh kata

yang telah menjadi masa silam

dan kini hanya bisa dipilih sesukamu

aksara pun lenyap, hanya menjadi dongeng riang

 

orang-orang memang perlahan tak lagi memilih kata

kecuali merekam suaranya menjadi nada

yang tak lagi menyimpan kecemasan menggemaskan

 

selamat tinggal kata-kata!

 

2022

SATMOKO BUDI SANTOSO

Lahir di Wates, Kulon Progo, Jogjakarta, 7 Januari 1976. Buku-bukunya yang sudah terbit, kumpulan cerpen Jangan Membunuh di Hari Sabtu (Jendela, 2003), Perempuan Bersampan Cadik (Grasindo, 2004), Bersampan ke Seberang (Hikayat, 2006), Rahim Titipan (Amarta Books, 2015), Uang yang Terselip di Peci (Basabasi, 2022).

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads