alexametrics

Tajul Muluk

12 Maret 2022, 16:05:14 WIB

TAJUL MULUK

Mimpiku mimpi mawar

yang hangus dalam api Nabi,

kasidah si miskin,

puing-puing syahwat.

Mata Zulfikar berkilat,

Baca juga:
Kata dan Mala

jantung Hasan berdetak,

dan sepasang kepak tekukur

membawa cangkir Imam

ke telapak tangan bapa.

’’Tangis Asyura akan pecah

di lembah ini.’’

Maka, kukenakan selembar kafan

dan kubasuh kaki si fakir

dengan debu Karbala,

getih Sayyidina, ratap sabana.

’’Di curam punggung Juni, Rama,

kami gelar perjamuan sunyi

di hari perkawinan sang Duka.’’

2021

TANJUNG SEKAR

Raden, beri daku

zirah bulan, kabut ufuk,

malam bergetah

malam bergetah

malam bergetah

dan sembunyi dari mata gurun,

tatapan ayah.

Mari, Raden,

mari bergegas ke ranjang edan,

menyesap piala syekh majenun,

dan berharap kulit rawi menjadi gajih

supaya salam subuh tidak meleleh

di rambut kita yang basah.

Bila kita punya hari esok, Raden,

laut yang kukandung

akan menghanyutkan

silsilah Gilingwesi

ke tepi kodrat,

ke pias babad.

2021

OEDIPUS COMPLEX

: Jakatole & Retnadi

Setra, Kekasihku,

di setra yang dahulu kaubentangkan,

seekor lembu betina menyusuiku

dengan kelenjar bulan.

Aku pucat peristiwa

yang berkaca di wajah tak bernetra.

Lalu sungai itu, sungai itu, Kekasihku,

bangkit menjadi zebu bertanduk badar

yang berenang dari arus ketuban

ke hilir perkabungan panjang.

Dan di kaki-kaki Doa,

ia bersimpuh dengan lenguh

yang hanya dipahami sang Duka:

“Ibu, di keheningan rahim-Mu,

aku pulang sebagai hewan jantan

yang terluka.”

2021

ROYYAN JULIAN

Memenangkan Sayembara Manuskrip Puisi 2021 Dewan Kesenian Jakarta untuk karyanya, Korpus Ovarium. Buku puisinya, Biografi Tubuh Nabi (2017).

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads