alexametrics

Sajak Arafat Nur

11 Oktober 2020, 15:02:14 WIB

Sering Terjadi di Kota-Kota Besar 1

Menjelang siang aku mengunjungi teman
lama yang sekarang tinggal di kota. Dia bekerja
sebagai tukang bersih kantor, tetapi dirinya selalu
kotor.

Tidak banyak hal yang harus dia kerjakan
selain mengelap meja, menyapu ruangan, dan
memungut tebaran sampah di pekarangan gedung
kecil itu.

Lebih dari itu dia memiliki begitu banyak
waktu senggang untuk membangunkan dunia.
Namun, setiap kali aku datang, dia selalu ketiduran,
entah itu di bangku tamu atau di ruang kerja.


 

Sering Terjadi di Kota-Kota Besar 2

Kantor itu tidak pernah ramai, hanya lima atau
tujuh orang yang kutemui sedang sibuk sendiri
bukan oleh pekerjaan, melainkan gaduh dengan
berbagai permainan semacam domino dan game,
tanpa terlalu peduli pada tukang bersih yang jarang
mandi dan sering tidur sesuka hati.

Sepertinya temanku itu juga tidak terlalu peduli
dengan berbagai kegilaan dunia yang sepertinya
sudah lazim bagi dirinya.


 

Sering Terjadi di Kota-Kota Besar 3

Aku bertanya pada salah seorang pegawai,
kenapa temanku itu belum bangun-bangun juga
sesiang ini, apakah semalaman dia begadang
sampai pagi.

Orang itu menjawab bahwa semalam temanku itu
tidur lebih awal dibandingkan teman lainnya. Tadi
dia sempat terbangun sebentar, lantas tidur lagi.

Aku pun heran kenapa dia bisa sampai begitu;
kenapa habis bangun langsung tidur lagi.

”Jangan heran ya,” jawabnya datar saja. ”Hal
semacam ini sering terjadi di kota-kota besar!”


 

ARAFAT NUR

*Penulis adalah dosen Bahasa dan Sastra STKIP PGRI Ponorogo. Novelnya Lampuki meraih Kusala Sastra Khatulistiwa 2011 kategori fiksi dan Pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2010. Buku kumpulan puisi terbarunya adalah Keajaiban Paling Hebat di Dunia (Basabasi, 2017).

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra




Close Ads