Tagesak Batunak

Oleh BERI HANNA
6 November 2022, 11:16:43 WIB

/1/

seperti terimbau

bisik-bisik jalar akar

setelah tidur panjang

kulup segera tegak

dari rebah paling malas

menengok hari berjalan

kayu-kayu patah

kemarau datang lalu pergi

hingga akhirnya kulup sadar

semua bermaksud padanya

/2/

segera dibantingnya badan

ke angin geletar

ditengoknya nasib sajak

tulis tangan

seperti benang kusut

dan dikatakannya pada diri sendiri:

sudah saatnya melawan tajam lidah

/3/

tapi kulup (masih) buah mengkal

kulup tumpul dan dangkal

/4/

setelah seratus hari hujan panas

lidah hantu

kakinya melangkah

ke semak lumpur bukit bulan

kulup temukan seribu pantun

yang diseretnya kepada tebu kering

bekas bajakan sekawanan ngengat

/5/

sejak pantun mulai lawan-berlawan

hingga selesai

kulup gelisah

tak tahu siapa dirinya

siapa pula tebu kering si pilihan

dan sesuatu malu

lebih dari sekadar sajak tulis tangan

disembunyikannya

/6/

sore hari

di beranda tebu kering

terbayang malam datang

dan langit mulai sepi

dua tubuh terbang tinggi

dibawa daun salam

duduk di awan

/7/

nenek-mamak pemantun

bersila

merokok tenang

menunggu-nunggu suara

/8/

si tebu kering menengok ke bawah

dan kulup menengok ke atas

/9/

’’ada apa di bawah?”

’’tak ada. di atas?”

’’ada tudung saji, seikat bayam,

kandang ayam, penanak nasi.’’

dan banyak lagi

tertutup kabut

/10/

jantung kulup mau lepas

malam makin sepi

/11/

si tebu kering menengok ke atas

kulup menengok ke bawah

/12/

’’ada apa di atas?’’

’’kerantun kuda tak bernyawa. di bawah?’’

/13/

kulup tak menjawab

dia cemas serta ngilu

tergetar lemas

/14/

nenek-mamak tertawa

dan serentak naik daun salam

menengok ke kiri kanan

siapa bersembunyi?

lalu bertanya

’’kenapa kulup kerantun kuda?’’

/15/

kulup tunduk mendengar tawa

’’ampun,’’ igaunya.

 

2022

BERI HANNA

Lahir di Bangko. Bergiat di Teater Tilik Sarira dan Kamar Kata Karanganyar.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads