alexametrics

A.nak

5 Juni 2022, 06:49:19 WIB

A.nak

1/

Susu dalam kotak, bola-bola keju, batangan cokelat yang lengket, keripik kentang yang berisik, bakpao kacang hijau seharga tiga ribu rupiah, dan semangka merah.

Itulah kali terakhir dia bertemu dengan masa kanak sebelum waktu memaksanya akrab melahap asam garam kehidupan.

2/

Seseorang menyembunyikan masa kanak di bawah bantal

bersama satu gigi susu dan permen cokelat.

Setiap malam sebelum terlelap, dia memeriksa apakah masa kanaknya masih berada di sana.

Terkadang, dia merasakan sesuatu yang tampak seperti peri masuk melalui jendela

dan diam-diam menyusup ke bawah bantal.

Konon, peri suka mencuri masa kanak,

lalu membawanya ke negeri jauh yang hanya dihuni anak-anak.

3/

Selama tujuh hari, bocah itu hantarkan doa yang sama,

’’Sebuah boneka beruang untuk dipeluk dan es krim rasa vanila dengan taburan cokelat.”

Bocah itu sempat bingung antara duduk bersila

atau berbaring suwung menatap langit-langit kamar.

Dia urung terpejam sebelum doa berembus sempurna.

Waktu telah mengajarinya masuk ke dalam pikiran malam.

Bocah itu merapatkan selimut dan memeriksa doanya sekali lagi,

’’Tuhan yang misterius, balaslah doaku dengan tepat dan akurat.”

4/

Ini Ibu.

Ini Bapak.

Ini Adik.

Ini Kakak.

Ini Nenek.

Ini Kakek.

Ini Aku.

Di ambang ketidaksadaran dan penasaran, dia memulai pelajaran semantik pertamanya.

Semakin lama, pelajaran itu semakin betah menghuni ruang bahasa di dalam dirinya.

Rumit, berat, terkadang hangat.

5/

Bocah itu diajari memejamkan mata demi sebuah permintaan.

Dia bimbang.

Bocah itu takut sepetak cahaya digantikan kegelapan

dan permintaan dari sudut paling tersembunyi di pikirannya

kesulitan menemukan jalan ke pengabulan

6/

Terakhir, bocah itu urung melempar garam.

Dia menatap wajah gahar si raksasa.

Lelah.

Marah.

Sedih.

Kesepian.

Berbeda.

’’Di sana ada hutan. Sembunyilah! Aku akan bilang kamu mati tenggelam.’’

’’Meski kamu tidak membunuhku, aku tetap akan memakanmu. Apakah kamu tidak takut?’’

’’Aku tidak takut. Tapi, tunggulah dulu. Makanlah setelah aku berusia dua puluh tujuh tahun.’’


SETYANINGSIH, Emerging writer di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2021 dan penulis Kitab Cerita 2 (2021).

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads