alexametrics

Episode Kesunyian Nelayan

3 Juli 2022, 11:58:22 WIB

EPISODE KESUNYIAN NELAYAN

 

/Haluan/

Baca juga:
Minggon Jatinan

Menjadi depan menghalau wajah laut

Amuk ombak dan raut badai, Serta takut dan kalut

Barangkali itulah nama lain dari maut

Yang tiba serupa telik sandi, membuntuti tiap inci

Tubuh nelayan yang terombang-ambing di lautan

Tatkala palka memanggil bilangan ikan-ikan

usai pukat dibentangkan

 

/Geladak/

Merangkum jejak-jejak kaki yang gigil ditempa asin samudra, geladak nyaris tak pernah sendiri

Kedap basah kedap air mata

Seberat kesunyian seberat rindu para nelayan, ia bertahan

Merupa tempat teduh tatkala sauh telah jatuh

Para nelayan berlindung dengan tubuh tergelung

Merangkai mimpi ihwal keluarga usai puluhan hari terjeda

 

/Palka/

Sebelum sauh dijatuhkan, palka adalah lubang yang senantiasa

Didoakan nelayan

’’Semoga alpa kesunyian

Sebab bahagia akan bercahaya saat sisik ikan-ikan

Berebut merangseki sudut-sudut kekosongan”

 

/Buritan/

Di buritan, para nelayan menatap jauh daratan

Dan membayangkan beberapa kenangan

Anak-anak dan istri yang ditinggal pergi

Menjauh, mendedah samudra

Kesunyian menjadi episode dalam pengembaraan

Yang terpatri di batin-batin nelayan

 

Batang, 5 April 2022

MASA KECIL IBU

 

Hampir belasan, jumlah tahun yang menetap di badan

Namun, sebelah bahunya sudah miring, titik-titik lelah tersiar dalam hening

Sebuah selendang batik di leher selalu tersampir

Untuk adik-adik, sepasang tangannya membentang, merengkuh, dan amat lihai membuhul gendongan

Ibu kecil tertatih-tatih memasuki ambang pintu dewasa

Melampaui sejatinya usia

Di pintu itu, tak ada potongan kue tiap tahun atau kerlip lilin angka

Bahkan permainan masa kecil dan nama kawan telah jauh tertinggal di balik punggung

Ibu kecil merajut malam bersama adik-adik dalam dongeng, suapan makan, dan buku pelajaran di genggaman

Ia paham bahwa dunia tempatnya lelah, seluruh pekerjaan rumah, berkejaran dengan istirah

 

Kendati kalender terus terlepas dan menyinggungnya dengan keras, hati ibu terus terisi dengan cinta dan kasih

Segala kisah dijalani tanpa mengizinkan saat untuk bersedih

Baginya bahagia ialah lengkung cita di raut orang tua dan adik-adiknya

Menjadi anak kedua dengan sepasang kaki yang senantiasa berdiri

Menghadang apa yang terjadi, untuk adik-adik

Untuk ibu dan ayahnya

Meski dirinya sendiri tak ia pikirkan lagi

 

Batang, 19 April 2022

MASA KECIL BAPAK

 

Bapak tanpa bapak di umur ketiga

Serupa tertimpa runtuhan dunia

Balita yang papa peluk seorang pelindung

Yang menjadi sosok tulang punggung

 

Ketiadaan bergulir dari sepi ke sepi

Bersitumbuh merupa kesunyian abadi

Berat terasa dalam jiwa, tatkala harus merawat patah hati berkali-kali

Tak jarang, ia ingin sekali memanggil-manggil sosok bapak

Untuk sedikit menyadari bahwa ia adalah seorang anak

Namun, ia tak pernah punya nyali

Untuk kembali terguncang dan menangis sendiri

 

Bapak tanpa bapak di umur ketiga

Ada kalanya hidup serupa lentera redup

Yang musykil mencari alur dan pegangan

Pada perjalanan bernama masa depan

 

Meski bapak tanpa bapak di umur balita

Hari-hari selalu berubah nama

Tahun berganti tak akan pernah sama

Bapak tetap menjadi dewasa menjelma sosok sarat cinta

 

Batang, 19 April 2022

KURNIA HIDAYATI

Lahir di Batang, Jawa Tengah. Buku puisi tunggalnya berjudul Senandika Pemantik Api (2015). Bisa dihubungi melalui Instagram-nya @katakurnia.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini: