alexametrics

Minggon Jatinan

3 Juli 2021, 18:09:08 WIB

Minggon Jatinan

Dengan koin tanah liat, kami saling bertukar pikat

Di bawah pohon jati, orang-orang khidmat memburu rasa dan aroma

Terisap ke dalam episode masa lalu mereka

Perempuan berkebaya menata tempayan makanan

Menyulih plastik bungkusan dengan lembar dedaunan

Satu koin kereweng setara dengan dua ribu rupiah saja

Tinggal tentukan berapa dan mana yang kamu suka

Serabi kalibeluk, wajik klethek, jenang, atau lumpia siram kacang?

Di Minggon Jatinan, kau bisa menepi dari pantura

Dan menghampiri gugusan pohon jati yang terimpit ingar-bingar kota

Temukan kepingan sukacita

Serupa masa yang telah purna

Batang, 7 Mei 2021

Kembang Langit

Tetapi langit, masih memagut temaram

Pohon-pohon pinus menabirkan

Bahwa cerita-cerita baru akan terpahat

Pada selembar buku harian yang tergamit dalam ingat

Di sini, secangkir kopi sengaja kupesan, guna menahan

terjaganya sepasang mata

Menyaksikan lampu-lampu gantung meliuk dimainkan angin

Menasbihkan selekas aroma dingin

Kenangan yang telah dihanyutkan

alur air di kelok jalan tatkala hujan

akan terbawa hingga nanti sepulang perjalanan ini

menuju kota, menuju rumah kita

sembari menganggit

sebait puisi ihwal kembang langit

Batang, 4 April 2021


Kurnia Hidayati, lahir di Batang, Jawa Tengah.Buku puisinya ”Senandika Pemantik Api” terbit pada 2015. Saat ini bekerja di SMPN 6 Batang.


Julaiha, Alun-Alun Kota

Oleh Julaiha S.

Sayangnya, beringin di jantung alun-alun usai tumbang saat kau datang. Tinggal sisa jalaran akar merupa anak kecil yang siap menjelma dewasa. Terpenjara dalam pagar. Hingga luput kuceritakan padamu purba hidupku dalam kenangan di alun-alun kota tatkala malam hampir tiba

Di sana aku acap kali bergelantungan meneriakkan kemenangan

Yang bebas serupa lepas dari genggaman

Sehabis asar kau tiba, dari Medan. Sahabat dunia maya yang hanya berjabat melalui kata

Di alun-alun, kita merayakan jumpa sebelum azan Magrib bersuara

Julaiha, memang hanya Tuhan yang bisa menautkan hati

Kendati kamu berada di pulau seberang, nyatanya di sini kau akan menjadi sepasang

Kutandai pertemuan yang telah ditakdirkan

Di alun-alun, Julaiha, meski beringin tinggal akar

Ia akan tumbuh dan menunggumu kembali dengan sabar

Batang, 7 Mei 2021

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads