alexametrics

Sajak Amir Yahyapati Aby

1 November 2020, 12:20:38 WIB

Pulang

Engkau yang bimbang menuju hilang

Jangan dengarkan gemuruh suara langit yang tumbang

Teruslah melayang dan berloncatan dari bintang ke bintang

Teruslah menggantang awan yang membawa wahyu Tuhan

Yang dititipkan hujan dan dingin yang mengambang transparan

Setelah melewati beratus-ratus tikungan

Ternyata banyak langkah yang harus diluruskan

Tetapi tidak mesti berbalik dan memulai dari awal

Pulang adalah jalan yang selalu menghadap ke depan

Sedikit berputar untuk mengintip cahaya di balik cadar

Engkau yang pulang lewat jalan keselamatan

Akan selalu ada tangan yang meluruskan

Mencucikan kotoran dan daki

Dari semua mimpi yang menyangkut di bumi.

Kudus, 2020

Baca juga:


Dunia Kaca

Dunia kini terperam dalam ruang kaca

Maka yang menakutkan di antara kita

Ketika selubung rahasia tak kunjung terbuka

Kita adalah cermin yang saling memantulkan rupa

Kita berjalan dengan pikiran yang nyaris sama

Yang membedakan hanya melalui jalur cepat atau lambat

Dan cara mudah atau dengan cara yang sulit

Sejarah hanyalah potongan-potongan masa lalu yang kelabu

Yang menina-bobo dan menyerimpungi langkah-langkah baru

Maka yang nyata sering kita yakini tipuan mata belaka

Yang maya kita yakini sebuah kenyataan di depan mata

Yang ada di luar diri kita adalah kebenaran yang nyata

Sedang yang ada di dalam diri sendiri hanya fatamorgana

Kini kita sudah terbiasa menyerahkan semua kepada yang di luar diri kita

Karena sekali percaya pada diri sendiri maka menjadi hantu di antara kita.

Kudus, 2020

ILUSTRASI – BUDIONO/JAWA POS

Dunia Lempung

[In memoriam masa kanak-kanak]

Ketika pestisida belum merajalela

Ketika pupuk kimia belum tersebar ke mana-mana

Aku teringat masa kecilku bersama ayah dan ibu

Makan nasi bungkus daun pisang di galengan sawah

Nasi Rojolele dengan sambal terasi dan ikan asin

Setelah lelah meratakan tanah yang habis dibajak

Kami mencuci tangan di parit kecil yang berair jernih

Pernah ibu lupa membawa wedang jahe kesukaan ayah

Padahal kami sudah menikmati nasi dan hampir habis

Maka kami mengambil air dari parit dan meminumnya

Sesudah kami menikmati semua langit seperti terbuka

Menerima rasa syukur dan nikmat yang tak terhingga

Sementara ayah dan ibu menebar abu dapur

Dan pupuk kandang dari kotoran kerbau di sawah

Aku mencari ikan wader dan belut di parit

Dan memungut daun semanggi untuk dibikin pecel

Buat santap makan malam hari

Sebelum mainan terhidang di layar handphone dan komputer

Sebelum mainan tinggal comot di rak-rak mal dan supermarket

Aku dan teman sebayaku bermain gundu

Dan gobak sodor di bawah sinar rembulan

Membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk bali

Bermain musik di sungai dengan memukulkan tangan ke air

Suaranya membentur-bentur di antara tebing sungai

Plung templang-templung plang-plung templung-templang

Plang templung-templang templang-templung plang-plung

Bergema seperti suara gendang yang berirama magis

Tepat ke mana perginya sungai-sungai tempat bermain di masa kecilku

Airnya yang jernih bergemercik di sela-sela bebatuan

Udang dan ikan-ikan berselundupan di antara batu-batu

Sungai-sungai menghitam dan penuh tumpukan sampah-sampah plastik

Dan bau busuk dan bacin yang menyengat dari limbah-limbah pabrik

Bolehkah kini aku menyebutnya dunia api dan besi

Di mana kami cepat terbakar oleh permainan diri sendiri

Dan saling berbenturan oleh sesuatu yang tak berarti

Hingga bintang-bintang impian kami di langit mati

Bintang-bintang yang biasa mengembalikan kami

Memandang semua sisi kehidupan dari sudut manusiawi.

Kudus, 2020

AMIR YAHYAPATI ABY

Lahir di Kota Kretek Kudus, 23 Desember 1962. Menulis sejak 1980, sejak tahun itu pula tulisannya yang berupa cerpen dan puisi telah dipublikasikan di Sinar Harapan, Mutiara, HAI, D&R, Variasi, Amanah, Panji Masyarakat, Suara Karya, Merdeka, Lampung Post, Pikiran Rakyat, Surabaya Post, Jawa Pos, The Jakarta Post, Republika, Bahana (majalah sastra Brunei Darussalam), Suara Pembaruan, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Wawasan, dll.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra



Close Ads