JawaPos.com - Membaca Goenawan Mohamad, Ayu Utami menyebutkan garis perjuangan dia yang tidak pernah berubah berubah dari dulu hingga sekarang. Menurutnya, lelaki yang akrab disapa GM ini, sejak muda sampai sekarang konsisten memperjuangkan pembebasan.
"Dari muda sampai sekarang yang diperjuangkannya tidak pernah berubah. Dia betul-betul menyuarakan manusia menginginkan kebebasan dan harus dibebaskan. Dibebaskan dari apa? (Kalau baca) Dari tulisan Mas Goen, (dibebaskan itu) dari doktrinasi agama, indoktrinasi politik, ide-ide yang dipercaya begitu saja," kata Ayu Utami saat berbincang dengan JawaPos.com Kamis (29/12).
Pembebasan yang dilakukan GM lewat jalan intelektual dan sederet karya, konsisten dilakukan selama beberapa dekade. Menurut Ayu Utami, Goenawan Mohamad mengajak orang-orang untuk berpikir kritis dan mempertanyakan kembali apa yang telah menjadi status quo.
"Bukan hanya melalui seni, tapi bisa melalui politik, jurnalisme, dan lain-lain. Ada pembebasan yang selalu dia perjuangkan," kata Ayu Utami.
Penulis novel Bilangan Fu ini mengaku sudah mengenal Goenawan Mohamad selama kurang lebih 30 tahun sejak masih menjadi wartawan. Ayu Utami mengenang, dulu dia dan GM terlibat dalam perjuangan yang sama yaitu sama-sama mendorong kebebasan pers.
"Saya boleh bilang, saya itu dibentuk oleh Mas Goen. Saya bekerja di tempat yang berhubungan kesenian, mengasah intelektual sekaligus menulis, tidak lepas dari dirinya," katanya.
Dalam memperjuangan ide yang diyakininya lewat dunia kesenian dan pemikiran, Ayu Utami menyebut Goenawan Mohamad sangat mendermakan harta yang dimilikinya. "Untung sekali kita punya orang kayak Mas Goen. Dia paduan seorang seniman, pemikir, dan nasibnya mengantarkan dia mapan secara ekonomi. Dia menggunakan kelebihan ekonominya untuk pemikiran dan kesenian. Dia konsisten. Dia memberikan banyak sekali untuk pemikiran dan kesenian," paparnya.