Nama Altin Gun sebagai grup band yang memadukan musik rock dan folk khas Turki mulai diperhitungkan saat mereka merilis album pertamanya, On. Album ini mereka rilis pada 2017 silam. Pada 2019, mereka merilis album ke dua berjudul Gece. Di Eropa, Gece dirilis oleh Glitterbeat Records, sementara di Amerika Serikat dan Kanada melalui ATO Records. Album inilah yang mengantar Altin Gun masuk dalam daftar nominasi Grammy Award 2019.
Altin Gun didirikan oleh Jasper Verhulst dan Ben Rider. Sejak mula berjumpa, dua pendiri Altin Gun tersebut telah tertarik dengan musik-musik khas Turki. Baik bentuk musiknya, juga instrumennya. Bersama mereka bergabung Erdinc Ecevit, Daniel Smienk, Grino Groeneveld, dan Merve Dasdemir. Berasal dari Belanda, Altin Gun justru tumbuh sebagai grup musik yang banyak mengolah bentuk-bentuk musik khas Turki. Maklum, selain Merve dan Erdinc berdarah Turki, anggota Altin Gun seperrti Gino juga punya pengalaman hidup di daerah yang banyak dihuni keturunan Turki di Belanda.
Pada pentas penutupan tur keliling Indonesia mereka di Solo, Altin Gun menunjukkan pertemuan antara musik folk dan rock dalam rasa Turki. Selain instrumen modern, Altin Gun juga mengandalkan suara dari permainan Saz atau Baglama, gitar khas mediterania yang lazim digunakan dalam musik-musik tradisional Turki. Dalam bahasa populer, musikalitas Altin Gun disebut berada dalam genre rock psychedelic Turki yang banyak terpengaruh musik-musik grup cadas era tahun enam puluhan dan tujuh puluhan seperti The Doors dan Led Zeppelin selain, tentu saja, musik tradisional Turki. Sebelum konser di Indonesia, mereka telah melakukan menggelar pertunjukan di Jerman, Prancis, juga Kanada.