← Beranda

Altin Gun Mengakhiri Pentas Tiga Kota

tirJumat, 20 Desember 2019 | 01.57 WIB
Penampilan Altin Gun di Balai soedjatmoko, Solo. Konser ini menutup petas keliling tiga kota di Indonesia grup musik dari Belanda tersebut. (Yani Wahyu/Balai Soedjatmoko for Jawa Pos)
JawaPos.com – Altin Gun mengakhiri pentas keliling tiga kota Indonesia di Balai Soedjatmoko, Solo. Grup musik asal Belanda yang masuk dalam nominasi Grammy Award 2019 dalam kategori best world music itu sebelumnya menggelar konser di Jakarta dan Yogyakarta. Di Solo, penampilan Altin Gun dibuka oleh grup Smara Tantra. Di Jakarta, konser mereka dibuka oleh El-Farhan Gambus Musi dan di Yogyakarta Anteng Kitiran menjadi pembuka. Konser keliling tiga kota di Indonesia ini didukung oleh pusat kebudayaan Belanda di Indonesia, Erasmus Huis.

Nama Altin Gun sebagai grup band yang memadukan musik rock dan folk khas Turki mulai diperhitungkan saat mereka merilis album pertamanya, On. Album ini mereka rilis pada 2017 silam. Pada 2019, mereka merilis album ke dua berjudul Gece. Di Eropa, Gece dirilis oleh Glitterbeat Records, sementara di Amerika Serikat dan Kanada melalui ATO Records. Album inilah yang mengantar Altin Gun masuk dalam daftar nominasi Grammy Award 2019.

Altin Gun didirikan oleh Jasper Verhulst dan Ben Rider. Sejak mula berjumpa, dua pendiri Altin Gun tersebut telah tertarik dengan musik-musik khas Turki. Baik bentuk musiknya, juga instrumennya. Bersama mereka bergabung Erdinc Ecevit, Daniel Smienk, Grino Groeneveld, dan Merve Dasdemir. Berasal dari Belanda, Altin Gun justru tumbuh sebagai grup musik yang banyak mengolah bentuk-bentuk musik khas Turki. Maklum, selain Merve dan Erdinc berdarah Turki, anggota Altin Gun seperrti Gino juga punya pengalaman hidup di daerah yang banyak dihuni keturunan Turki di Belanda.

Photo
Photo
Vokalis Altin Gun, Merve Dasdemir, saat tampil dalam konser mereka di Balai Soedjatmoko, Solo. (Yani Wahyu/Balai Soedjatmoko for Jawa Pos)

Pada pentas penutupan tur keliling Indonesia mereka di Solo, Altin Gun menunjukkan pertemuan antara musik folk dan rock dalam rasa Turki. Selain instrumen modern, Altin Gun juga mengandalkan suara dari permainan Saz atau Baglama, gitar khas mediterania yang lazim digunakan dalam musik-musik tradisional Turki. Dalam bahasa populer, musikalitas Altin Gun disebut berada dalam genre rock psychedelic Turki yang banyak terpengaruh musik-musik grup cadas era tahun enam puluhan dan tujuh puluhan seperti The Doors dan Led Zeppelin selain, tentu saja, musik tradisional Turki. Sebelum konser di Indonesia, mereka telah melakukan menggelar pertunjukan di Jerman, Prancis, juga Kanada.

 

 
EDITOR: tir