← Beranda

Kelompok Aktor Piktorial Siapkan Berandal

Dhimas GinanjarMinggu, 24 November 2019 | 02.39 WIB
Penyajian Berandal mengandalkan perpindahan dan pergerakan pemain dengan memanfaatkan cahaya. (Kelompok Aktor Piktorial for Jawa Pos)
JawaPos.com – Kelompok Aktor Piktorial dari Bandung tengah menyiapkan satu nomor teater eksperimen teranyarnya berjudul Berandal. Irwan Jamal menjadi sutradara Berandal. Irwan menyebut Berandal adalah sebuah pementasan teater visual. Citraan-citraan yang muncul dari timpa cahaya di atas layar menjadi bagian penting Berandal membangun dramaturginya.

’’Berandal menjadi pembuka pameran tunggal Beta Is di Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi pada 27 November nanti,’’ kata Irwan. Menurutnya, Berandal adalah memperlihatkan garis besar ekspresi artistic Kelompok Aktor Piktorial. Irwan menambahkan, Berandal dia dia yakini sebagai karya baru dengan gaya ungkap anyar yang hanya dimiliki oleh Kelompok Aktor Piktorial.

Dalam proses penciptaan Berandal, Kelompok Aktor Piktorial mengibaratkan panggung sebagai kanvas besar. Di sepanjang pementasan, para anggota Kelompok Aktor Piktorial mencoba untuk melukis panggung menggunakan siasat pada pola lantai pergerakan pemain dan perpindahan mereka. ’’Sementara para pendukung menggunakan cahaya yang bukan lampu panggung mencipta gambar-gambar imajiner,’’ kata Irwan.

Ide penyajian Berandal yang mengandalkan perpindahan dan pergerakan pemain dengan memanfaatkan cahaya menjadi tantangan bagi Kelompk Aktor Piktorial. Siasat pementasan teater visual ini diharapkan mampu mencipta gambar dan citra seolah lukisan yang berubah tiap detik. Wujud visual dari Berandal menjadi imaji-imaji yang tidak statis. Perubahan-perubahan cepat citra visual di atas panggung menjadi kekuatan Berandal.

Irwan menyebut Berandal mengantar apresiator karya Beta Is menyaksikan deretan karya yang dibingkai dalam tajuk Streching. ’’Lukisan-lukisan Beta Is menggambarkan rimba belantara pikiran, perasaan, dan khayalan. Imaji-imaji yang muncul seringkali hadir serempak, bergerombol, dalam satu kanvas,’’ katanya.
EDITOR: Dhimas Ginanjar