← Beranda

Ketika Kau Berada dalam Lukisan Nighthawks, Edward Hopper

Adhimas PrasetyoMinggu, 25 Juni 2023 | 15.30 WIB
ILUSTRASI

Ketika Kau Berada dalam Lukisan Nighthawks, Edward Hopper

jalanan lengang, saat itu

kau ingin sekali mendengar

satu atau dua saja deru kendaraan

yang memelesat.

 

gantinya, sunyi yang abstrak itu

terdengar dari denting gelas,

piring, hatimu, dan semua hal yang

mudah pecah lainnya.

 

pukul berapa sekarang,

tepatnya berapa lebih berapa.

kau tak pernah berani

menyampaikan pertanyaan itu.

 

semua orang di restoran

yang amat sederhana ini

sedang masyuk dengan

urusannya sendiri-sendiri.

 

sepasang kekasih mampir sehabis

kencan yang melelahkan.

si perempuan tak hentinya mengunyah

suatu yang entah apa.

 

sedangkan si lelaki cuma merokok,

menikmati rasa lapar yang asing itu,

sambil lekat menatap pelayan yang

selalu dan terlalu senang berbicara.

 

pada bagian meja lainnya, seorang lelaki

yang tiba lebih dulu merasa bersyukur,

sebab ia tak perlu lagi menanggapi setiap

basa-basi yang dilontarkan si pelayan.

 

tinggallah kau sendiri yang berada di

bagian meja yang mana saja.

bagimu semua tempat selalu sama,

selalu bisa membuatmu terimpit.

 

akhirnya jam sudah menunjukkan pukul

berapa lebih berapa. kau sendiri

harusnya pulang ketika jam sudah

menunjukkan pukul berapa lebih

berapa.

 

2023

---

Malam Begini Sikedelik

sehabis batang pertama, kamar lantai 2, kau

membakar lagi dirimu.

sehelai asap bergulung-gulung jadi Afandi,

selagi malam terus menatapmu

dari jendela tak berwarna. di depanmu cuma

ada puisi ini, sebuah puisi

yang tak pernah bisa membaca dirinya

sendiri. sementara setiap kata

selalu meminjam cemasmu yang begini

masokis. angin berembus sebentar saja,

ketika lolong Ginsberg yang panjang mulai

terdengar. kau makin sempit.

entah sampai kalimat keberapa kau akan

habis. larik demi larik berlewatan.

saat ini kau ingin mengerti segala apa yang

tak akan pernah kau mengerti.

tinggallah kau dikutuk-sumpahi Schrödinger.

kau sibuk mengira-ngira,

adakah kucingmu sudah mati untuk yang

kesembilan kali. sehabis dirimu,

kamar lantai 2, tersisa baris nama yang cuma

bisa kau panggil sebagai siapa.

 

2023

---

Dolores, Dolores yang Berduka

-dalam klip Linger, The Cranberries

 

tinggal lagi montase ini, sesorot cahaya

terang-tenggelam pada lorong-lorong flat

yang putih-hitam. kita mulai mendikte

orang-orang yang silih berlalu, muka-

muka yang bersandar dalam pigura,

sebuah keran yang telah lama kering, juga

sepasang tangan yang canggung

menggenggam.

 

tibalah bayang seorang perempuan yang

mencari-cari tempat sembunyi dari tujuh

bilah pedang yang mengincar letak

dadanya, dari lelaki yang singgah dan

minggat sesukanya.

 

pada satu kegelapan, gelap yang masih

sama, di balik punggung pintu itu ia

akhirnya mulai mengerti arti ciuman

serius pertamanya, bahwa cinta memang

begini kecil dan sepele.

 

ia pernah merasakan luka, terjajah dan

tak terhitung. sementara setiap luka selalu

meninggalkan bekasnya.

 

tinggal lagi perempuan ini, perhiasan

sangkar madu yang memilih tenggelam di

dasar kecemasan sambil berpikir

semestinya, mestikah ia membiarkan rasa

sakit itu berlama-lama.

 

2023

---

ADHIMAS PRASETYO, Menulis dan membuat ilustrasi. Buku puisinya yang telah terbit berjudul Sepersekian Jaz dan Kota yang Murung (Penerbit Buruan, 2020).

EDITOR: Ilham Safutra