Ketika Kau Berada dalam Lukisan Nighthawks, Edward Hopper
jalanan lengang, saat itu
kau ingin sekali mendengar
satu atau dua saja deru kendaraan
yang memelesat.
gantinya, sunyi yang abstrak itu
terdengar dari denting gelas,
piring, hatimu, dan semua hal yang
mudah pecah lainnya.
pukul berapa sekarang,
tepatnya berapa lebih berapa.
kau tak pernah berani
menyampaikan pertanyaan itu.
semua orang di restoran
yang amat sederhana ini
sedang masyuk dengan
urusannya sendiri-sendiri.
sepasang kekasih mampir sehabis
kencan yang melelahkan.
si perempuan tak hentinya mengunyah
suatu yang entah apa.
sedangkan si lelaki cuma merokok,
menikmati rasa lapar yang asing itu,
sambil lekat menatap pelayan yang
selalu dan terlalu senang berbicara.
pada bagian meja lainnya, seorang lelaki
yang tiba lebih dulu merasa bersyukur,
sebab ia tak perlu lagi menanggapi setiap
basa-basi yang dilontarkan si pelayan.
tinggallah kau sendiri yang berada di
bagian meja yang mana saja.
bagimu semua tempat selalu sama,
selalu bisa membuatmu terimpit.
akhirnya jam sudah menunjukkan pukul
berapa lebih berapa. kau sendiri
harusnya pulang ketika jam sudah
menunjukkan pukul berapa lebih
berapa.
2023
---
Malam Begini Sikedelik
sehabis batang pertama, kamar lantai 2, kau
membakar lagi dirimu.
sehelai asap bergulung-gulung jadi Afandi,
selagi malam terus menatapmu
dari jendela tak berwarna. di depanmu cuma
ada puisi ini, sebuah puisi
yang tak pernah bisa membaca dirinya
sendiri. sementara setiap kata
selalu meminjam cemasmu yang begini
masokis. angin berembus sebentar saja,
ketika lolong Ginsberg yang panjang mulai
terdengar. kau makin sempit.
entah sampai kalimat keberapa kau akan
habis. larik demi larik berlewatan.
saat ini kau ingin mengerti segala apa yang
tak akan pernah kau mengerti.
tinggallah kau dikutuk-sumpahi Schrödinger.
kau sibuk mengira-ngira,
adakah kucingmu sudah mati untuk yang
kesembilan kali. sehabis dirimu,
kamar lantai 2, tersisa baris nama yang cuma
bisa kau panggil sebagai siapa.
2023
---
Dolores, Dolores yang Berduka
-dalam klip Linger, The Cranberries
tinggal lagi montase ini, sesorot cahaya
terang-tenggelam pada lorong-lorong flat
yang putih-hitam. kita mulai mendikte
orang-orang yang silih berlalu, muka-
muka yang bersandar dalam pigura,
sebuah keran yang telah lama kering, juga
sepasang tangan yang canggung
menggenggam.
tibalah bayang seorang perempuan yang
mencari-cari tempat sembunyi dari tujuh
bilah pedang yang mengincar letak
dadanya, dari lelaki yang singgah dan
minggat sesukanya.
pada satu kegelapan, gelap yang masih
sama, di balik punggung pintu itu ia
akhirnya mulai mengerti arti ciuman
serius pertamanya, bahwa cinta memang
begini kecil dan sepele.
ia pernah merasakan luka, terjajah dan
tak terhitung. sementara setiap luka selalu
meninggalkan bekasnya.
tinggal lagi perempuan ini, perhiasan
sangkar madu yang memilih tenggelam di
dasar kecemasan sambil berpikir
semestinya, mestikah ia membiarkan rasa
sakit itu berlama-lama.
2023
---
ADHIMAS PRASETYO, Menulis dan membuat ilustrasi. Buku puisinya yang telah terbit berjudul Sepersekian Jaz dan Kota yang Murung (Penerbit Buruan, 2020).