alexametrics

Taufik Kamajaya dan Kebiasaannya Memberi Narasi dalam Setiap Karya

31 Januari 2020, 19:31:26 WIB

JawaPos.com – Puluhan kanvas terpajang di studio milik Taufik Kamajaya di Tambak Medokan Ayu. Kanvas-kanvas itu telah dilukis dengan berbagai rupa wayang. ’’Tiap lukisan punya ceritanya masing-masing,” ujar pria 70 tahun itu.

Rencananya, lukisan-lukisan tersebut dipamerkan pertengahan tahun ini. Ada lebih dari seratus lukisan dengan rupa wayang yang akan dipamerkan.

Rupa wayang pada lukisan Taufik menampakkan sebuah peristiwa. Misalnya, saat berperang, ketika para tokoh bernegosiasi, atau saat penculikan. Sebagian besar merupakan cerita mahabharata. Namun, ada pula cerita ramayana. Cerita-cerita wayang itu menginspirasi Taufik untuk melukisnya. ’’Diharapkan, penikmat seni bisa mengambil nilai moral dari ceritanya,” ucap pria kelahiran Madiun tersebut.

Dia pun menceritakan kisah-kisah wayang di balik lukisannya. Misalnya, lukisan Kresno Duto. Ada rupa Kresno dan para dewa lain yang sedang menaiki kereta kuda. Itu adalah aktivitas Kresno dalam perjalanan diplomasi. Demi menyelesaikan masalah hak milik atas negeri Astina tanpa perang. ’’Kresna berangkat dengan kereta Jaladara bersama para dewa. Raden Setyaki sebagai kusirnya,” papar anggota Komunitas Lukis Cat Air Indonesia (Kolcai) itu.

Taufik punya alasan lain untuk memamerkan lukisan bertema wayang. Dia ingin menghidupkan kembali budaya Indonesia. Sebab, menurut Taufik, budaya lama seperti wayang sudah jarang dibangkitkan. Kakek satu cucu itu pun memikirkan cara agar lukisannya bisa dinikmati banyak orang. ’’Setiap lukisan saya beri narasi. Tidak sekadar judul dan rupa,” terang bapak satu anak itu.

Taufik sudah lama ingin memamerkan lukisan wayang. Sebab, dia merasa sangat dekat dengan cerita-ceritanya. Bahkan sejak dia baru bisa membaca, saat sekolah dasar.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : nas/c18/tia


Close Ads