alexametrics

Pak Ci Pencinta Seni yang Visioner

28 November 2019, 13:19:09 WIB

JawaPos.com – Tidak sedikit orang yang memiliki kenangan manis dengan Pak Ci, sapaan akrab Ciputra. Salah satunya adalah Senior Director Ciputra Group Sutoto Yakobus. Bagi Toto, sapaan Sutoto, Pak Ci adalah manusia yang lengkap.

”Beliau pengusaha properti sekaligus pencinta seni, berjiwa artistik, pendidik, filantropis. Beliau juga olahragawan karena pada masa mudanya pernah jadi pelari PON,” kenangnya kemarin.

Menurut Toto, bukti bahwa Ciputra mencintai seni bisa dilihat di Ancol. Di sana Pak Ci memiliki sebuah tempat khusus seni. Namanya Kampung Seni. Di situ para seniman bisa berkreasi dan memamerkan karya mereka dengan leluasa.

Ciputra juga mendirikan Ciputra Artpreneur, sebuah pusat seni yang terdiri atas teater, galeri, dan museum. Teater Ciputra Artpreneur merupakan venue pertunjukan berskala internasional dengan kapasitas 1.157 tempat duduk. Ciputra Artpreneur juga memiliki galeri dan exhibition center seluas 1.500 meter persegi.

”Beliau juga kolektor lukisan Hendra Gunawan. Asal tahu saja, Pak Ci memiliki 125 lukisan Hendra Gunawan atau sekitar 50 persen dari total lukisan yang pernah dilukis Hendra. Dari situ beliau membuat banyak patung yang inspirasinya ya dari Hendra Gunawan,” papar pria 58 tahun tersebut.

Salah satu karya orisinal Pak Ci adalah patung entrepreneur yang berada di halaman Universitas Ciputra. Patung berlambang dua pemuda-pemudi berdiri di atas bola dunia itu memiliki sebuah makna. Toto mengungkapkan, pesan dari patung tersebut adalah Ciputra ingin lulusan universitasnya mampu menjadi entrepreneur kelas dunia.

Hasil karya Ciputra lainnya adalah bangunan performing art center di CitraLand Surabaya. Namanya Ciputra Hall dengan kapasitas 710 orang. Ciputra berharap bangunan itu bisa menjadi salah satu gedung pentas seni terbaik di Surabaya. ”Saya kira sampai sekarang masih tetap jadi gedung pentas seni terbaik di Surabaya. Bisa dipakai siapa saja. Tarifnya juga murah,” jelas Toto yang mengenal Pak Ci sejak bergabung dengan Ciputra Group pada 1989.

Salah satu karya Ciputra lainnya di bidang olahraga adalah PB Jaya Raya yang sudah melahirkan banyak atlet bidang bulu tangkis. Salah satunya adalah Susy Susanti. ”PB Jaya Raya dilahirkan Pak Ci melalui sayap usaha PT Pembangunan Jaya,” terang Toto.

Bisnis Ciputra tidak hanya berkembang di Jakarta, tapi juga merambah ke berbagai daerah. Di Surabaya, Ciputra mengawali bisnis properti dengan mengembangkan proyek CitraLand.

Menurut Toto, pengembangan CitraLand Surabaya dimulai pada 1988. Saat itulah dimulai pengurusan perizinan. Lokasi CitraLand Surabaya dipilih sendiri oleh Ciputra. ”Beliau visioner, melihat jauh ke depan. Juga confidence dan berani. Ketika kami semua belum bisa membayangkan, Pak Ci sudah bisa melihat,” tuturnya. Misalnya, CitraLand Surabaya kala itu belum memiliki akses dan saluran air. Namun, Pak Ci dengan optimistis justru berbelanja tanah di kawasan Surabaya Barat. Tanah yang semula tidak ada peminatnya itu akhirnya berkembang pesat menjadi kawasan perumahan besar.

Proyek properti yang dikembangkan Ciputra memiliki kekhasan. Bukan secara fisik, tapi lokasi proyek yang dikembangkan cukup besar di daerah tersebut. ”Meski tidak perumahan terbesar, tapi setidaknya nomor dua terbesar di daerah itu,” jelasnya. Lahan yang luas memudahkan untuk memaksimalkan pengembangan lengkap dengan segala fasilitasnya.

”Pak Ci itu suka keindahan. Karena itu, proyek yang dikembangkan selalu rapi dan indah,” lanjut Sutoto. Sampai akhir hayat, Pak Ci masih menjabat komisaris utama. Meski tidak intens, setidaknya dalam setahun Pak Ci masih bertemu dengan para direksi. Dalam pertemuan itu, dia selalu memberikan arahan, visi, dan ide-ide untuk pengembangan baru.

”Jadi, tiap ada proyek besar masih memberi warna,” kenangnya.

Tempat pemakaman Ciputra di Memorial Park Citra Indah Jonggol, Jawa Barat, (27/11). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : res/car/c9/c10/oni

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads