alexametrics

Menanti Konser Michael Anthony

28 Juni 2020, 21:13:09 WIB

JawaPos.com – Nama Michael Anthony boleh jadi belum banyak dikenal khalayak. Pianis andal berusia 17 tahun itu memang jarang muncul dalam acara-acara populer. Namanya masih terbatas menjadi pembicaraan di kalangan peminat musik klasik di Indonesia. 1 Juli 2020 mendatang, mereka yang penasaran dengan kepiawaian Michael melumat tuts piano dapat menyaksikan video konsernya secara daring di akun Youtube budayasaya. Dalam konser itu Michael hadir bersama Ananda Sukarlan.

’’Konser ini diproduksi oleh Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru dari Direktorat Jenderal Kebudayaan,’’ kata Ananda Sukarlan. Menurutnya, Michael tidak akan sendirian hadir dalam konser itu. Bersamanya akan hadir Jonathan Wiliam. Salah satu mahasiswa terbaik jurusan musik Universitas Pelita Harapan itu akan memainkan Celo berduet dengan Michael Anthony pada piano.

Michael Anthony dijadwalkan memainkan nomor-nomor ciptaan Ananda Sukarlan yang secara khusus disusun untuk pianis berkebutuhan khusus. Salah satu yang akan disajikan Michael Anthony adalah Rapsodia Nusantara No. 10. Menurut Ananda, nomor ini adalah yang tersulit untuk dimainkan. Bahkan juga sulit dimainkan bagi pianis yang tidak berkebutuhan khusus seperti Michael Anthony sekalipun.

Michael Anthony adalah anak muda dengan kemampuan luar biasa yang lahir dengan kebutuhan khusus. Dia tidak dapat melihat dan besar dengan autisme. Ketertarikannya dengan musik muncul secara alamiah saat masih belia dan kemudian intens dengan piano hingga sekarang. Kini, dia menjadi salah satu pianis muda Indonesia yang piawai memainkan komposisi-komposisi musik klasik.

Konser daring Michael Anthony direncanakan berdurasi antara 40 hingga 50 menit. Dalam konser itu Ananda Sukarlan akan memaparkan bagaimana memainkan piano dengan keterbatasan fisik. Ananda memang telah bekerja membuat musik piano untuk anak-anak berkebutuhan khusus untuk satu yayasan di Spanyol sejak 2006. Dia telah menciptakan komposisi-komposisi yang mencakup bermain piano dengan satu tangan, atau beberapa jari saja.

Menurut Ananda, musik piano yang dimainkan oleh pianis berkebutuhan khusus nilai artistiknya tidak boleh lebih rendah daripada musik untuk pianis pada umumnya. ’’Kalau pendengar menutup mata, mereka tidak boleh menyadari bahwa musik itu hanya terbatas dimainkan oleh beberapa jari atau satu tangan saja. Musiknya harus tetap ekspresif, indah, seperti musik piano pada umumnya,’’ kata Ananda. (tir)

Editor : tir



Close Ads