alexametrics

Menggali dan Belajar Sejarah-Budaya Medang

23 Juli 2022, 16:23:52 WIB

JawaPos.com – Museum Pleret ambil bagian dalam pameran bersama bertajuk Cross Musea Klasik Nusantara 2022. Museum yang  dikelola oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta itu membuka booth di Museum Sepuluh November, kompleks Tugu Pahlawan Surabaya pada 26-28 Juli mendatang. Selain Museum Pleret, ada tiga museum lain yang ambil bagian dalam perhelatan itu. 

Cross Musea Klasik Nusantara 2022 ini merupakan gawe dari UPTD Pengelolaan Museum dan Gedung Seni Budaya Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya dengan sejumlah museum yang ada di regional Jawa. 

Nah, pada Cross Musea Klasik Nusantara 2022 ini Museum Pleret yang berada di Bantul Jogja ini menyajikan tema Medang: Sejarah dan Budaya Mataram Kuno. 

Museum Pleret akan menampilkan sejarah peradaban dan  hasil budaya Kerajaan Medang. Seperti salah satunya menampilkan foto prasasti canggal. Lalu sejarah mengenai Kerajaan Medang serta para penguasa kerajaan tersebut, lantas terjadinya perpindahan ibu kota Kerajaan Medang yang sempat berada di wilayah Jawa Timur akan ditampilkan pula dalam pameran. 

Objek lain yang dipamerkan adalah benda-benda logam temuan yang diduga berasal dari Mataram Kuno juga benda-benda perunggu koleksi dari Museum Pleret. 

Dalam pameran ini yang tidak kalah menarik adalah ditampilkannya foto temuan wadah emas dengan relief cerita Ramayana (mangkuk Ramayana) yang menjadi salah satu karya utama (masterpiece temuan Wonoboyo) dari temuan arkeologis Mataram Kuno.

Pameran ini nantinya juga akan memamerkan arca yang cukup populer di masa Mataram Kuno yaitu Arca Jambala. Arca buddhis ini merupakan simbol kemakmuran. Arca tersebut didatangkan langsung dari Museum Pleret. 

Arca Jambala ini merupakan temuan di wilayah Kabupaten Bantul, Jogja. Agar pameran lebih menarik perhatian pengunjung, beberapa tinggalan arkeologi yang dipamerkan ini ditampilkan dalam bentuk interaktif agar pengunjung tidak sekedar melihat-lihat dalam pameran ini.

“Museum-museum yang ada di Indonesia diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pendidikan. Melalui “Pameran Bersama”, museum dapat terintegrasi dengan baik melalui sistem pendidikan formal. Guru–guru sekolah dapat memanfaatkan pameran ini sebagai laboratorium belajar siswa atau bagian dari metode pengajaran mata pelajaran di luar sekolah,” ungkap Dian Lakshmi Pratiwi SS, MA Kepala Dinas Kebudayan (Kundha Kabudayan) DIJ. Pameran terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. 

Di sisi lain, Museum Pleret juga akan menampilkan sentuhan digital berupa mini museum yang merupakan tata pamer digital tinggalan Mataram Kuno yang ditemukan di Pleret. Pemanfaatan teknologi lainnya yang ditampilkan di akhir pameran, pengunjung akan diajak menjelajah Museum Pleret melalui teknologi digital, Virtual Reality (VR). Dengan adanya VR diharapkan museum dapat memenuhi selera para kaum muda dan tidak tertinggal jauh di belakang zaman.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : Diar Candra

Saksikan video menarik berikut ini: