alexametrics

Persembahkan Teknik Ngodi dari Bali

20 Juni 2019, 20:10:21 WIB

JawaPos.com – Garis-garis lurus pada lukisan berjudul Intuition tidak terbuat dari goresan cat akrilik biasa. Lukisan buatan I Wayan Arnata itu disusun dengan benang-benang beragam warna. Bukan hanya garis lurus, Arnata juga membuat pola-pola melingkar. Seakan mewakili pikirannya yang ruwet saat berkarya. ’’Ya, perasaan saya sendiri yang saya cerminkan dalam karya,’’ jelas lulusan ISI Yogyakarta itu.

Ada tiga karya Arnata yang turut dipajang dalam pameran lukisan #abstrAction di Galeri Paviliun House of Sampoerna mulai malam ini (20/6) hingga 13 Juli mendatang. Tiga lukisan tersebut dibuat dengan teknik yang sama bernama ngodi. Teknik itu melibatkan cat akrilik dan benang rajutan sebagai bahan utama.

Arnata menggunakan sistem tiga lapis pada karyanya. Pertama, dia menempelkan benang rajutan di sebagian kanvas. Setelah itu, Arnata mengaplikasikan cat akrilik menutupi benang dan sisa permukaan kanvas. Kemudian, ditumpuk lagi dengan benang-benang hingga penuh. Untuk lukisan berukuran 100 x 100 cm, Arnata membutuhkan waktu sebulan.

Benang rajutan punya kesan yang lekat dengan acara-acara tradisi di Bali. ’’Dan kakek saya pekerjaannya membuat sarana upacara tradisi, jadi sejak kecil saya lihat benang-benang ini,’’ tutur pria yang menekuni dunia lukis sejak 1989 tersebut. Hal itu membuat Arnata mantap mengangkat penggunaan benang pada lukisan abstraknya. ’’Bali kan lekat dengan tradisinya,’’ sambung pria yang berdomisili di Gianyar, Bali, itu.

Arnata bukan satu-satunya pelukis beraliran abstrak yang unjuk gigi. Ketut Sugantika lais Lekung juga hadir dengan tiga karyanya yang bertema gunung berapi. Lukisan Blue Volcanobuatannya terlihat seperti kawat-kawat kecil yang saling terkait. Padahal, lukisan tersebut dibuat dengan cat minyak.

Pameran #abstrAction digagas oleh Komunitas C5 (Critical, Communication, Collaboration, Cooperation & Creativity) Bali. Ada pula Gusti Buda, Ketut Agus Mardika, Adi Wirawan, Made Galung Wiratmaja, Made Supena, dan Nyoman Diwarupa yang turut memamerkan lukisan abstrak mereka. ’’Kami ingin mengajak masyarakat Surabaya memahami dan mencintai seni lukis abstrak. Lebih bagus lagi kalau bisa merangsang C5 cabang Surabaya ya,’’ jelas Lekung, ketua pameran.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : dya/c19/any



Close Ads