alexametrics

Dua Kelas Akting Salihara Dimulai

20 Januari 2020, 00:42:35 WIB

JawaPos.com – Komunitas Salihara kembali menyelenggarakan kelas akting untuk publik. Program yang mulai digelar sejak 2015 itu diselenggarakan dalam dua kelas tiap akhir pekan. Kelas I diikuti oleh mereka yang baru pertama kali menjadi peserta, sementara Kelas II berisi para peserta tahun sebelumnya. Rukman Rosadi menjadi pengampu program yang berlangsung hingga Maret ini. Bersama Rosa, sapaannya, ada Muhammad Khan yang menjadi asisten pengampu kelas.

’’Sistem Stanislavski menjadi materi dua kelas ini,’’ terang Rosa. Menurutnya, materi ini menjadi salah satu dasar penting bagi siapa saja yang ingin mengenal seni peran dalam langgam realisme. Berdasar Sistem Stanislavski, peserta kelas diajak untuk mengolah pikiran, tubuh, dan emosi untuk masuk dalam pemeranan. Sistem ini muncul dari catatan harian sutradara teater asal Rusia, Konstantin Stanislavski, yang diakui dunia menjadi salah satu metode penting dalam seni peran.

Rosa menambahkan, dua kelas tersebut sama-sama mendapatkan materi serupa dan akan berujung pada kesempatan untuk hadir di atas panggung. ’’Perbedaan dua kelas ini terletak pada bentuk akhir nanti di panggung pertunjukan,’’ katanya. Untuk kelas pertama, peserta akan diajak mengalami hadir di atas panggung seturut konsep-konsep dalam Sistem Stanislavski tanpa masuk jauh ke dalam pemeranan sebuah karakter. Lalu, untuk kelas dua peserta mulai diajak untuk masuk ke dalam sebuah karakter dalam lakon tertentu saat muncul di atas panggung.

Peserta Kelas Akting Salihara mendapat materi Sistem Stanislavski. (Arya Darmaja for Jawa Pos)

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kelas Akting Salihara selalu mendapat sambutan antusias dari publik. Kuota peserta maksimal sebanyak 20 orang selalu terpenuhi. ’’Setahu saya malah sampai menolak peserta karena keterbatasan ruang,’’ kata Rosa. Bersama Muhammad Khan, Rosa tiap Sabtu dan Minggu melangsungkan kelas tersebut di Studio Tari Salihara. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, peserta Kelas Akting Salihara berasal dari latar belakang yang beragam. Ada mahasiswa, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga pemain film dan teater.

’’Terlibat sebagai asisten kelas ini membuat saya mendapat kesempatan untuk terus mengasah seni peran,’’ kata Muhammad Khan. Peraih Piala Citra 2019 dalam kategori aktor terbaik ini sudah dua tahun menjadi asisten Rosa di Kelas Akting Salihara. Latar belakangnya sebagai lulusan jurusan teater Institut Seni Indonesia Yogyakarta tak menyulitkannya mengampu materi Kelas Akting Salihara. Selain itu, Rosa yang pernah menjadi dosennya di kampus seni itu juga memberinya kebebasan untuk ikut mengasah kemampuannya bersama para peserta.

’’Banyak yang mengira kelas ini bercita-cita menghasilkan aktor hebat di panggung teater ataupun film. Padahal tidak demikian,’’ kata Rosa. Menurutnya, bekal pengetahuan seni peran seturut Sistem Stanislavski tidak hanya berguna untuk panggung-panggung pertunjukan dan cinema. Bekal pengetahuan seni peran dari kelas ini tidak hanya berguna untuk panggung yang tersorot lampu atau kamera semacam itu. Rosa menyebut, pengetahuan tentang seni peran sesungguhnya juga sangat berguna bagi siapa saja dalam panggung kehidupan sehari-hari seturut peran masing-masing.

 

Editor : tir


Close Ads