Sudah Cukup, Cegah Kecolongan Lagi

18 September 2022, 17:40:24 WIB

GALERI, rumah seni, dan museum di sekitar Candi Borobudur juga menjadi “panggung” Indonesia Bertutur 2022 pada 7–13 September lalu. Salah satunya Apel Watoe Contemporary Art Gallery. Galeri yang berjarak sekitar 1,4 kilometer dari kompleks candi terbesar di Indonesia itu menjadi area pameran expanded media.

Karya instalasi bertajuk Timur Merah Project VIII: Divine Comedia langsung menarik Jawa Pos pada Jumat (9/9) lalu. Lukisan di atas kanvas itu dipadukan dengan instalasi dua pilar antik setinggi 2 meter. Buah karya seniman asal Bali itu bagaikan menggantung di udara.

Divine Comedia, yang terinspirasi mahakarya Dante Alighieri dengan judul Divina Commedia, lahir dari penelusuran kritis terhadap teks dan naskah lama Nusantara. Khususnya Bhima Swarga yang ditulis pada abad ke-19. “Karya ini antitesis dari naskah-naskah kuno itu,” ungkap Citra Sasmita, sang seniman.

Dalam teks kuno Nusantara, lanjut dia, peran perempuan kurang diakui. Yang ada hanyalah kisah kepahlawanan laki-laki. Perempuan cenderung digambarkan sebagai objek seksual, prokreasi, dan dekorasi dalam naskah-naskah itu. ’’Padahal, sebenarnya perempuan itu lebih heroik. Dalam karya saya ini, alam saya adalah personifikasi dalam tubuh perempuan,’’ papar seniman 32 tahun tersebut.

Terlibat dalam Indonesia Bertutur 2022 menjadi kebanggaan tersendiri bagi Citra. Dia menyebut perhelatan akbar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) itu sebagai tawaran diskursus seni budaya Indonesia yang sangat tepat. Dia jengah mendapati fakta bahwa seni budaya Nusantara justru lebih banyak dipelajari oleh peneliti Barat, bukan Indonesia.

’’Kenyataannya, saat ini mereka lebih expert soal warisan budaya Indonesia. Berarti kan kita kecolongan. Acara seperti ini akan menumbuhkan rangsangan dalam diri orang-orang kita sendiri untuk lebih menguasai dan mendalami budaya sendiri,” ujarnya.

Harapan senada diutarakan Deddy PAW. Perupa asal Magelang itu menyebut ekosistem seni budaya Indonesia akan lebih menarik jika disajikan lewat rangkaian acara seatraktif Indonesia Bertutur 2022. “Zaman sekarang, semua serbadigital dan online. Kegiatan seni budaya juga harus mengalami kebaruan seperti yang diusung Indonesia Bertutur ini. Saya harap acara seperti ini berkesinambungan. Tidak hanya sekali terus tidak ada lagi,” tandasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : irr/c18/hep

Saksikan video menarik berikut ini: