alexametrics

Lebih Dekat dengan Sang Maestro di Van Gogh Museum

18 Juni 2022, 16:27:36 WIB

JawaPos.com – Vincent Van Gogh adalah nama besar di dunia seni lukis dunia. Seorang pelukis yang selama hidupnya telah menghasilkan sekitar 2.100 karya seni, termasuk 860 lukisan cat minyak. Pelukis asal Belanda itu disebut-sebut sebagai salah seorang yang meletakkan pondasi dalam dunia seni modern. Seorang jenius yang yang berani bermain dengan warna serta brush stroke yang impulsif dan ekspresif.

Namun, berbicara tentang Van Gogh bukan hanya sekadar tentang karya-karyanya. Kisah hidupnya juga sangat menarik untuk disimak. Van Gogh sendiri memiliki cerita hidup yang kompleks. Dia menghadapi berbagai deraan masalah kejiwaan. Dianggap sebagai orang gila dan gagal.

Bahkan, selama hidupnya, sejak dia lahir di Zundert, Belanda pada 30 Maret 1883 hingga dia menemui ajalnya pada 29 Juli 1890 di Auvers-sur-Oise, Prancis, hanya ada satu lukisan yang berhasil dia jual. Kematiannya pun tragis. Van Gogh bunuh diri dengan menembakkan senjata ke perutnya, lalu mati dua hari kemudian. Van Gogh pun sangat miskin, sehingga membuat adiknya, Theo yang harus menanggungnya secara finansial. Keduanya banyak berkomunikasi melalui surat selama Van Gogh hidup. Nama Van Gogh baru menjadi perhatian justru setelah dia meninggal.

Elemen-elemen penting dari sosok Van Gogh, karya seni dan kisah hidup, keduanya bisa diliihat dengan lebih dekat di Van Gogh Museum, Amsterdam. ’’Van Gogh adalah seorang yang jenius sekaligus tragis. Saya bisa merasakan bagaimana perasaan dia melalui lukisan-lukisannya dan surat-suratnya yang dikirim untuk Theo,’’ ungkap Jeanne Kartika Tanujaya, mahasiswa Art and Culture Studies, Universitas Erasmus, Rotterdam.

Dia menambahkan, sebagai seorang mahasiswa seni, memahami Van Gogh sangat penting. Sebab, pelukis yang selama hidupnya tak pernah menikah itu disebut sebagai salah satu pelukis aliran post impressionism terbesar, dan paling berpengaruh dalam seni modern.

Mahasiswi asal Indonesia itu mengatakan, selama kunjungannya di Van Gogh Museum dia paling berkesan dengan salah satu masterpiece Van Gogh yang diberi judul The Potato Eaters. ’’Saya terkesan dengan bagaimana dia menggambarkan keluarga petani yang terlihat miskin, duduk di meja makan, dan hanya punya kentang untuk dimakan. Itu hampir seperti kenyataan,’’ urainya.

Selain The Potato Eaters, di museum yang berlokasi di kawasan Museumplein, Amsterdam itu juga tersimpan karya-karya seni lainnya yang dihasilkan Van Gogh. Bahkan, museum itu disebut sebagai rumah terbesar bagi karya seni Van Gogh. Museum yang resmi dibuka pada 2 Juni 1973 itu menyimpan 200 lukisan, 400 gambar, dan 700 surat dari Van Gogh maupun Theo.

Tentu saja karya lain yang disebut sebagai masterpiece dari Van Gogh juga bisa dinikmati di sana. Di antaranya adalah Sunflowers serta berbagai versi potret diri Van Gogh. Lalu, di mana The Starry Night? Sayang, lukisan yang menggambarkan langit malam yang bergulung dan bertabur bintang itu tak ada di Van Gogh Museum, melainkan menjadi koleksi dari Museum of Modern Art (MoMA), New York. ’’Suatu hari, Jo (janda dari Theo, Red), menjual The Starry Night ke Georgette van Stolk di Rotterdam. Lalu, pada 1941, MoMa mendapatkan dari dia. Itulah lukisan pertama Van Gogh yang dikoleksi museum di New York,’’ jelas pernyataan dari Van Gogh Museum di situs resminya. (Dinarsa Kurniawan)

 

Trivia

  1. Van Gogh Museum punya jam buka berbeda-beda. Selasa–Kamis jam 09.00–17.00. Lalu pada Jumat–Senin jam 09.00–18.00.
  2. Memamerkan koleksi permanen yang merupakan berbagai karya seni Van Gogh serta pameran temporer dari beragam seniman.
  3. Dirancang oleh dua arsitek, yaitu Gerrit Rietveld dan Kisho Kurokawa.
  4. Pada 1991, 20 lukisan dicuri dari Van Gogh Museum, di antaranya adalah The Potato Eaters. Walau pencurinya berhasil kabur, tapi 35 menit kemudian semua lukisan berhasil ditemukan di dalam sebuah mobil yang ditinggalkan.
  5. Dilengkapi dengan toko suvenir dan kafe. Selain itu berbagai event juga sering digelar di Van Gogh Museum, misalnya pertunjukan musik.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Dinarsa Kurniawan

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads