alexametrics

Dari Pameran Ampun Seniman, Zurqoni Usung Konsep Apa Adanya

17 September 2019, 18:31:09 WIB

JawaPos.com – Kanvas adalah media yang sudah lumrah digunakan untuk melukis. Namun, pelukis Mohammad Zurqoni memilih menggunakan bahan-bahan yang sederhana. Yakni, tripleks. Lalu, di pinggirnya dipaku kayu yang melintang dan membujur membentuk bingkai. Papan pipih itu dia gambari dengan cat tembok.

Melalui pameran bertajuk ”Ampun Seniman” di Warung Mbah Cokro pada 11–19 September 2019 itu, dia berusaha menunjukkan bahwa pelukis tak harus menggunakan bahan mainstream dan mahal jika ingin berkarya.

Pameran tersebut bertujuan menyambut perhelatan pesta kesenian Hari Seni Cokro #3. ”Saya ingin menunjukkan biaya tidaklah menjadi belenggu pelukis untuk berkarya,” ucapnya.

Konsep apa adanya juga dia usung dalam konten lukisannya. Total, ada 21 lukisan yang dia pamerkan kali ini. Di papan-papan yang dipasang menggunakan penyangga tersebut, dia bercerita tentang kegiatan tempo dulu di lingkungannya. Misalnya, lukisan yang berjudul Gemah Ripah. Zurqoni menunjukkan kondisi makmur masyarakat Indonesia yang kental dengan gotong royongnya.

Ada pula lukisan yang dia beri judul Njerengi. Berkisah soal keluarga harmonis yang bahu-mambahu menjemur pakaian dan kasur. Sang suami membawa gebuk kasur. ”Suasana seperti itu di saat ini mulai bergeser. Banyak orang yang sudah menggunakan jasa laundry,” tutur pria 47 tahun tersebut.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ika/c25/any



Close Ads