alexametrics

GNI Targetkan Semua Pameran Bisa Luring di 2022

16 Januari 2022, 10:35:01 WIB

JawaPos.com – Menyambut 2022, Galeri Nasional Indonesia (GNI) masih berkutat pada masalah yang sama dengan tahun lalu. Masih terjadinya pandemi Covid-19 membatasi mobilitas. Akhirnya, agenda pameran pun diselenggarakan dengan cara hybrid. Ada yang luar jaringan (luring). Namun, ada juga yang dalam jaringan (daring).

Kepala GNI Pustanto menjelaskan, pihaknya sejatinya menginginkan seluruh pameran diselenggarakan secara luring. Dengan begitu, pengunjung bisa melihat secara langsung karya-karya yang dipamerkan. “(Karena Covid-19) saya nggak bisa bikin target (pengunjung, Red) seperti sebelum pandemi,” ujarnya kepada Jawa Pos.

Selama pandemi, khususnya sepanjang 2021, GNI menyesuaikan tata kelola manajemen. Penyesuaian itu memengaruhi berbagai kegiatan dan program. Baik itu kegiatan pameran, edukasi, publikasi, kemitraan, maupun perawatan koleksi yang dipajang di GNI. Semua kegiatan itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat guna mencegah penularan Covid-19.

Khusus untuk kunjungan, GNI mau tidak mau harus melakukan pembatasan. Setiap pengunjung juga wajib mematuhi tata tertib kunjungan. Salah satunya, melakukan registrasi secara online. ’’Kita memang memasuki era baru, semuanya harus tertib protokol kesehatan,’’ kata Pustanto.

Dia mengakui bahwa penyelenggaraan pameran daring itu membutuhkan perjuangan. Bukan soal mempersiapkan perangkat dan instrumen virtual, melainkan lebih pada mengubah pola pikir seniman. Menurut Pustanto, tidak semua seniman sepakat jika pameran dilaksanakan secara daring. ’’Karena (pola pikir seniman, Red) menonton pameran itu ya luring,’’ terangnya.

Setelah berkomunikasi dengan para komunitas seniman, kegiatan pameran pada 2021 akhirnya bisa diselenggarakan secara daring. Total ada enam pameran temporer yang digelar secara virtual.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads