alexametrics

Dari Lumbung hingga Dapur Solidaritas

15 Mei 2020, 16:37:30 WIB

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 yang belum mereda memantik beragam respons dari para pekerja seni dan komunitasnya. Ada yang sigap melahap ruang daring untuk presentasi karya sembari membuka donasi. Ada pula yang memilih tetap berpijak di luring dengan membuat lumbung dan dapur untuk menguatkan solidaritas di masa sulit kini.

Di Solo, Perkumpulan Rumah Banjarsari sejak Maret lalu membuka lumbung pangan yang dapat dimanfaatkan para pekerja seni terdampak pandemi. Lumbung tersebut menampung rupa-rupa bahan pokok dari para donatur yang tak hanya berasal dari Solo dan sekitarnya. Seperti lumbung desa yang isi lumbung diprioritaskan untuk menutup kebutuhan warganya, demikian pula dengan Lumbung Solidaritas.

Mereka yang menjadi bagian dari Rumah Banjarsari mendapat kesempatan pertama memanfaatkan isi lumbung bersama warga sekitar Banjarsari. ’’Bila stok ternyata berlebih, kita mendistribusikan kepada lingkaran di luar Banjarsari yang memang benar-benar memerlukan. Tidak pernah secara acak,’’ terang Zen Zulkarnaen dari Rumah Banjarsari.

Zen menyebut gagasan membangun lumbung sebenarnya telah muncul sebelum musim Korona tiba. Saat Covid-19 makin menyebar, ide tersebut spontan kembali muncul dan mendapat momentum kuat untuk mewujudkannya. Dalam perkembangannya, inisiatif ini tidak hanya menerima dan mendistribusikan bahan pokok pangan. Lumbung Solidaritas juga menerima dan mendistribusikan masker hingga cairan pembersih tangan. Sumber donasi juga makin berkembang. Dari donasi spontan hingga yang berasal dari hasil pentas daring.

Di Semarang, Kolektif Hysteria menjadi bagian dari gerakan dapur umum yang mengolah dan mendistribusikan nasi bungkus di sejumlah titik di ibu kota Jawa Tengah itu. Program bertajuk Dapur Umum Semarang Solidaria itu melibatkan banyak individu dan kolektif yang berasal dari berbagai latar belakang. ’’Awalnya mengolah bahan makanan yang berasal dari teman-teman petani dan pedagang sembako. Setelah makin besar, membuka donasi dari publik yang lebih luas jadi pilihan,’’ terang Adin dari Kolektif Hysteria.

Dapur Umum Semarang Solidaria tiap akhir pekan membagikan ratusan nasi bungkus di sejumlah titik jalanan Semarang. Tiga dapur umum mereka ada di Sampangan, Genuk di Semarang Timur, dan Krapyak di Semarang Barat. ’’Jumlah dapur umum masih bisa bertambah. Satu dapur lagi tengah disiapkan di kawasan Tembalang,’’ kata Adin. Tiap dapur setidaknya dapat menghasilkan 150 nasi bungkus yang kemudian diberikan kepada tuna wisma yang hidup di atas gerobak, pekerja lepas seperti tukang becak, hingga ojek online. (tir)

 

 

 

 

 

 

Editor : tir



Close Ads