alexametrics

Mengenang Farida Oetoyo di Teater Jakarta

14 Desember 2019, 23:14:15 WIB

JawaPos.com – Farida Oetoyo (1939-2014) adalah maestro tari Indonesia. Farida merupakan peraih cum laude dari Akademi Balet Bolshoi Moskow pada 1965. Sejak kembali ke Indonesia, dia aktif mengembangkan sekolah balet bersama Julianti Parani. Jumat malam (13/12), sosok Farida dikenang dengan persembahan dari Jakarta City Philharmonic (JCP) dan Ballet Sumber Cipta di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Pertunjukan bertajuk Dan Pertama Kalinya Bulan Purnama ini menampilkan sejumlah karya Farida Oetoyo seperti Sang Pemecah Kenari (Pytor Ilich Tcaikovsky), Burung Gelatik (Saridjah Niung Sudibjo/Ibu Sud), Serdtse (Aksan Sjuman), dan konser piano dalam G Mayor gerakan kedua Adagio Assai (Maurice Ravel). Fafa Isfandiar menjadi pengaba konser ini bersama Suthipong Tantivanichkij dari Thailand, sementara Harimada Kusuma sebagai pianis.

’’Kita patut bersyukur JCP kembali diselenggarakan mengingat orkes kota ini menjawab kebutuhan kultural kota metropolitan,’’ terang Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta Anto Hoed. Menurutnya, JCP sekaligus menjadi bagian dari ekosistem kebudayaan baik di Indonesia dan dunia internasional. Pertunjukan Dan Pertama Kalinya Bulan Purnama ini menjadi konser tutup tahun dari JCP untuk para penggemar musik klasik dan balet di Jakarta.

Pertunjukan Dan Pertama Kalinya Bulan Purnama menampilkan kembali sejumlah karya Farida Oetoyo. (Gigih Ibnur/DKJ for Jawa Pos)

Bersamaan dengan berlangsungnya Dan Pertama Kalinya Bulan Purnama turut pula dibagikan secara terbatas buku seri wacana tari berjudul Miss Fari: Pointe to Remember yang diterbitkan Dewan Kesenian Jakarta. Buku ini memuat kenangan dan ingatan tentang Farida Oetoyo dari orang-orang yang dekat dengannya. Ada memoar dari Aksan Sjuman, putra yang sekaligus kini menjadi penerus Farida Oetoyo mengelola Ballet Sumber Cipta; juga cerita dari Julianti Parani, kawan kerja Miss Fari dalam mengembangkan balet di Indonesia.

Editor : tir


Close Ads