alexametrics

Para Seniman Tuntut Pemerintah Tegas Lindungi Reog

Khawatir Diklaim Malaysia
11 April 2022, 13:55:06 WIB

JawaPos.com – Proses pengusulan reog agar mendapat pengakuan UNESCO (badan PBB yang mengurusi pendidikan, sains, dan kebudayaan) sangat panjang. Melalui riset dan survei lintas daerah, dari Jakarta dan sekitarnya, Metro di Lampung, selain tentu di kampung halamannya: Ponorogo, Jawa Timur.

Tapi, seperti disampaikan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, ternyata Kementerian Pendidikan, Kemendikbudristek hanya menempatkan reog di urutan kedua.

Sebagai nomine yang didaftarkan sebagai intangible cultural heritage (warisan budaya tak benda) UNESCO.

”Beberapa jam lalu (kemarin) tim pengusul diundang Dirjen kebudayaan bahwa Kemendikbudristek mengutamakan jamu (di urutan pertama),” kata Sugiri seperti dilansir Jawa Pos Radar Madiun.

Bupati yang akrab disapa Kang Giri itu pun nelangsa atas keputusan tersebut. ”Kami tentu sama sekali tidak merendahkan jamu. Tapi, dampak pandemi terhadap reog ini sangat terasa,” ungkapnya.

Di saat bersamaan muncul kabar rumor Malaysia juga berusaha mengklaim reog. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat melawat ke Ponorogo Selasa (5/4) sampai mengingatkan Pemkab Ponorogo agar tidak kalah cepat dalam pengusulan reog ke UNESCO. ”Jangan sampai keduluan negara lain,” kata Muhadjir seperti dikutip Jawa Pos Radar Madiun dari akun Instagram-nya.

Muhadjir mengajak seluruh masyarakat turut mendukung reog menjadi warisan budaya tak benda. Dia turut mengupayakan agar berhasil dan menjadi kebanggaan negeri ini. ”Bukan hanya bagi masyarakat Ponorogo, tapi seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, gelombang protes seniman reog yang tak menginginkan warisan kebudayaan tersebut diklaim negara lain berlangsung sejak Kamis (7/4) malam. Bupati Sugiri Sancoko ikut bergabung dan menabuh gendang di Alun-Alun Ponorogo.

Hari Purnomo, koordinator aksi, menyebutkan, aksi pertama dimulai dengan melibatkan para seniman di kawasan kota. Ada sepuluh dadak merak yang dimainkan di alun-alun. Satu dadak merak disertai tulisan bernada tuntutan. Dini hari keesokannya, seniman-seniman reog di pedesaan serentak menggelar pertunjukan. Melibatkan paguyuban di tiap-tiap desa. Di waktu yang sama, paguyuban reog di berbagai daerah di tanah air turut melakukan hal serupa. ”Aksi ini spontan kami lakukan,” ujarnya.

Para seniman mendesak pemerintah pusat segera mengambil sikap tegas. Mereka menilai mencuatnya kembali kabar reog diklaim negara tetangga itu buntut kurangnya perhatian. Apalagi, progres pengusulannya agar mendapat pengakuan dunia tak kunjung menuai kepastian. ”Masyarakat Ponorogo sangat prihatin dan menyesalkan jika reog sampai diklaim Malaysia,” kata Hari.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : kid/ggi/sae/naz/gen/c1/fin/c19/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads