alexametrics

Umbu, Humba, Wabah

Oleh RAUDAL TANJUNG BANUA
11 April 2021, 14:54:53 WIB

Kabar duka guru kami, Umbu Landu Paranggi, 78, menyeruak di tengah duka banjir bandang dan badai Seroja, Nusa Tenggara, tanah asalnya.

SABTU (3/4) Umbu dibawa ke RS Bali Mandara sebagaimana 2014 ia pernah dibawa ke Rumah Sakit Sanglah. Tak ada protokol khusus. Penyair Ketut Syahruwardi Abbas yang ikut mengantar segera melakukan rapid test dan hasilnya negatif.

Hanya dua hari Umbu bertahan. Selasa (6/4) pukul 03.55 Wita ia menutup mata selama-lamanya, tak lama setelah ia berkata, ”Inilah saatnya!”

Seperti Amir Hamzah, pangeran Kesultanan Langkat, Umbu adalah bangsawan Sumba di kabihu Tana Humba. Jika Amir pulang membawa rindu-dendam dari tanah Jawa dan tak pernah lagi punya kesempatan kedua keluar Sumatera hingga ia terbunuh dalam revolusi sosial berdarah, Umbu juga pulang ke Sumba, dari Jogja, 1975.

Tapi, Umbu punya kesempatan kedua keluar Sumba. Tahun 1981 ia menuju Bali. Saya duga juga membawa semacam rindu dendam –terbaca dari ungkapannya: raja diraja sekaligus budak belian di kerajaan purbani, jadikan lidah anak lakimu bisu abadi, pukul rata tanahlah!

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads