alexametrics

Mural Menyangga Asa di Bawah Matahari yang Sama

11 April 2021, 11:48:29 WIB

Hingga akhirnya, kesulitan-kesulitan itu mampu membawa semua orang pada titik yang lebih baik. ’’Mudah-mudahan matahari ini menyinari harapan-harapan kita untuk bersatu, bersama-sama bertahan, hingga akhirnya kita semua bisa melewati kondisi ini,” imbuh Stereoflow.

Pada Maret lalu, dia dan Zero melakukan brainstorming tentang konsep hingga merancang desain untuk mural puzzle tersebut. Koordinasi dilakukan jarak jauh antar kedua negara. Stereoflow kemudian mengerjakan mural bagian Indonesia dalam waktu tiga hari, sementara Zero mengerjakan mural sisi Singapura selama tujuh hari. Kondisi cuaca yang berbeda di masing-masing negara turut memengaruhi waktu penyelesaian yang berbeda antar kedua seniman tersebut. Namun, secara total, ’’Under The Same Sun” dapat terselesaikan dalam kurun waktu sebulan.

Ikon gapura dan candi khas Indonesia serta Marina Bay dan Gardens by The Bay ditambahkan sebagai elemen utama untuk menggabungkan kedua sisi mural. Keduanya merupakan tetenger khas Indonesia dan Singapura.

Zero kemudian memberi ide untuk menambahkan elemen-elemen khasnya pada mural sisi Indonesia yang dibuat Stereoflow. Remix karya tersebut tak begitu sulit dilakukan. Sebab, Zero maupun Stereoflow telah saling mengenal sejak lama.

Chemistry antara keduanya membuat pengerjaan mural ’’Under The Same Sun” dapat terselesaikan dengan baik. ’’Kalau dilihat dari warnanya, tidak banyak perbedaan. Baik saya maupun Stereoflow banyak menggunakan warna yang bright. Yakni, pink dan blue,” jelas Zero.

Satu hal yang sedikit menantang, Zero memercayakan Stereoflow untuk melukis elemen-elemen khasnya yang bergaya realis. Padahal, Stereoflow sendiri sudah sangat lama tidak melukis dengan aliran itu, dan lebih condong ke gaya abstrak.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : rin/c17/dra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads