alexametrics

Kirab Wayang Warnai Hari Wayang Internasional di Borobudur

7 November 2020, 21:30:50 WIB

JawaPos.com–Kirab wayang kulit dilakukan anak-anak dan remaja mewarnai Hari Wayang Internasional di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (7/11). Kirab yang diberi nama Laku Wayang tersebut diikuti sekitar 50 anak dan remaja, masing-masing membawa tokoh wayang kulit.

Mereka berangkat dari halaman Balai Konservasi Borobudur menuju halaman Candi Borobudur. Sesampai di pelataran Candi Borobudur, peserta Laku Wayang yang dipimpin Ketua Sanggar Kinara Kinari Eko Sunyoto berjalan satu putaran mengelilingi candi dan berhenti di halaman sisi barat candi. Pada kesempatan tersebut, mereka juga mendoakan almarhum dalang asal Jogjakarta Ki Seno Nugroho yang telah meninggal beberapa hari lalu.

Eko Sunyoto mengatakan, Laku Wayang merupakan rangkaian dalam kegiatan World Wayang Way Borobudur yang digelar pada 6–7 November. Dalam World Wayang Way Borobudur digelar sejumlah kegiatan. Yakni, pergelaran wayang, workshop wayang, layaran film wayang, pituturan dongeng wayang, laku wayang, dan pameran wayang.

Eko menyampaikan, World Wayang Way Borobudur yang ketiga tersebut bertema Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso tut wuri handayani.

”Melalui kegiatan ini, kami ingin menghayati, dengan adanya pandemi ini, kita berkarya yang jelas. Kita ingin mengembalikan nilai-nilai leluhur dulu bahwa Nusantara ini sebenarnya kaya akan khasanah dan keanekaragaman serta kebhinnekaan,” kata Eko Sunyoto.

Menurut dia, bersandar dari hal tersebut, World Wayang Way Borobudur tahun ini tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan. ”Jadi kegiatan tetap berlangsung, tetapi diselenggarakan dengan melibatkan orang dalam jumlah terbatas. Seharusnya yang ikut arak-arakan di Laku Wayang ini seharusnya 324 orang, tetapi hanya dibatasi oleh 50 orang,” terang Eko Sunyoto.

Kemudian pada tahun-tahun, sebelumnya Laku Wayang dilakukan dari Pondok Tingal menuju Candi Borobudur, tetapi kali ini diperpendek dari halaman Balai Konservasi menuju Candi Borobudur agar tidak mengundang penonton guna menghindari kerumunan. Dia berharap melalui World Wayang Way Borobudur, generasi milenial ada pengalaman. Mereka tidak hanya mengenal wayang, tetapi bagaimana membuat wayang, mewarnai wayang, dan bisa merasakan memegang wayang yang sesungguhnya.

”Jadi ini pengalaman lengkap. Kami melakukan pengenalan kepada anak-anak, harapannya nanti World Wayang Way Borobudur bisa menjadi pilot projek sebuah pengenalan wayang kepada generasi milenial,” ucap Eko Sunyoto.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads