alexametrics

Siapkan Habar Matan Banjar

7 Oktober 2020, 03:46:30 WIB

JawaPos.comHabar Matan Banjar adalah tajuk untuk program Selasar Nusantara #4 yang ditaja Rumah Banjarsari (Solo). Program rutin itu bertujuan mengenalkan ragam kekayaan budaya nusantara sekaligus menjadi media dialog yang dinamis antar kebudayaan. Habar Matan Banjar artinya kabar atau cerita dari Banjar, Kalimantan Selatan. Sebelum program Habar Matan Banjar, Selasar Nusantara pernah menghadirkan Diru Papua, Minang Maimbau dan Titian Angin Timur pada program Selasar Nusantara sebelumnya

’’Bekerjasama dengan Sanggar Ading Bastari Barikin, Habar Matan Banjar menyuguhkan berbagai kebudayaan Banjar di Rumah Banjarsari dan Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta,’’ kata Zen Zulkarnain dari Rumah Banjarsari. Menurutnya, ada 20 peserta dengan tawaran bentuk ekspresi kebudayaan yang hidup, dinamis dan kontekstual. Zen menyebut, kehadiran karya-karya mereka bukan sekadar pameran artefak kebudayaan masa lalu yang telah  membeku

Semua bentuk sajian yang ditampilkan hanya akan menghadirkan penonton terbatas melalui undangan dengan penerapan standar protokol kesehatan Covid-19. ’’Khalayak umum bisa menyaksikan melalui kanal Youtube Rumah Banjarsari pada 8 hingga 10 Oktober 2020 mulai pukul 19.00 WIB,’’ katanya. Di kanal daring, acara ini disajikan secara streaming maupun dikemas melalui teknik liputan setiap harinya.

Zen menyebut pengelolaan kepenontonan semacam ini menjadi upaya menjajal model penyelenggarakan acara atau festival seni di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini. ’’Sekaligus berkampanye melatih kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan Covid-19 melalui jalan kebudayaan,’’ tambahnya.

Setiap hari selama tiga hari pelaksanaan acara, di Rumah Banjarsari ada bazar dan pameran kebudayaan Banjar. Dari benda-benda pusaka, kain dan pakaian adat, barang seni dan segala pernak pernik khas hingga sajian kuliner Banjar yang khusus mendatangkan koki dari Barikin, Banjar. Ada pula lokakarya musik hingga rias pengantin seturut tradisi Banjar. Tiap lokakarya dibatasi hanya 20 peserta dengan tetap menerapkan standart protokol Covid-19.

Ada juga diskusi yang didahului oleh pemutaran dokumenter sebagai penghantar disiarkan streaming dan interaktif melalui aplikasi zoom dan dapat diikuti di kanal Youtube Rumah Banjarsari. Diskusi itu menghadirkan nara sumber Mukhlis Maman “Julak Larau” (Pamong Budaya Madya Kalimantan Selatan), KH Dian Nafi’ (Pengasuh PP Mahasiswa Al-Muayyad Windan, Surakarta) dan Antonius Cahyadi (Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia) dengan moderator pengajar ISI Surakarta, Albertus Rusputranto bertema Berdiri Sama Tinggi untuk Lestari.

Selain menyajikan tradisi Banjar, Zen menyebut ada dialog budaya yang diekspresikan dalam karya. Danang Pamungkas, menafsir serta mendialogkan Jawa dan Banjar melalui sajian komposisi tari yang dibawakan oleh Dewi Galuh, Ririn Tria, Wirastuti, Gita Prabhawita, Tumuruning Cikal. Lalu, Gondrong Gunarto yang berakar kuat pada tradisi Jawa berproses dalam gagasan dengan Lupi Anderiani dan Reza Fahmi, musisi dengan kultur Banjar. (tir)

 

Editor : tir




Close Ads