alexametrics

Cerita Jim tentang Dubillard

7 Oktober 2020, 03:39:37 WIB

JawaPos.com – Jim Adhi Limas menampilkan karya terbarunya bertajuk Sang Musafir dan Roland Dubillard. Pada video pendek berdurasi tak sampai 30 menit tersebut ditayangkan kanal daring Komunitas Salihara sebagai bagian dari Musim Seni Salihara 2020. Jim mengenalkan dan membahas Dubillard dengan singkat melalui karya ini.

’’Dubillard banyak menulis naskah teater dan film,’’ kata Jim mengenalkan sosok seniman asal Prancis tersebut. Jim menyebut, Diablogues menjadi kumpulan naskah pendek karya Dubillard yang paling banyak dikenal. Di dalamnya ada sekitar 20 naskah pendek yang hanya melibatkan dua hingga tiga orang pelakon. Naskah-naskah dalam Les Diablogues yang terbit pertama kali pada 1975 tersebut hingga kini masih kerap muncul di panggung-panggung teater Prancis.

’’Saya pernah memainkan beberapa naskah Diablogues di Avignon,’’ kata Jim. Saat itu, Jim bergabung dengan Chantier Theatre yang dipimpin Francois Joxe. Ada lima naskah dari Les Diablogues yang mereka mainkan. Karena menampilkan lima naskah, atas persetujuan Dubillard, pertunjukan itu diberi judul Pentablogues. Setelah muncul di Festival d`Avignon, Jim kembali memainkan Pentablogues Bersama Chantier pada 1978 di Paris.

Pertemuan Jim dengan Dubillard tidak berhenti di Prancis. Di Jakarta, bersama Wawan Sofwan dan Joind Bayuwinanda, Jim membacakan tigas naskah dari Les Diablogues pada 2018 lalu. ’’Orang-orang sering bertanya mengapa pada naskah Dubillard hanya ada pemain laki-laki. Pertanyaan itu tidak tepat,’’ kata Jim. Menurutnya, pada naskah-naskah lain di luar Les Diablogues, Dubillard banyak menampilkan tokoh perempuan.

Les Diablogues berisi kumpulan naskah ringkas yang berkelindan di antara absurditas dan satire. Dalam Sang Musafir dan Roland Dubillard, Jim memainkan salah satu naskah yang berkisah tentang dua tokoh tengah asyik membicarakan mimpi. Dialog ringan tentang apa itu mimpi dan siapa yang sedang bermimpi menjadi daya tarik naskah tersebut sebelum berakhir dengan kenyataan bahwa dua sosok tersebut adalah penghuni impian orang lain.

Sang Musafir dan Roland Dubillard Jim susun bersama Rizal Lim. Dalam karya ini Jim hadir bersama Tapa Sudana. Jim dan Tapa adalah dua nama tokoh teater senior Indonesia yang sama-sama tinggal di Prancis. Jim yang mendirikan Studiklub Teater Bandung pada 1958 tinggal di Prancis sejak 1967. Di sana dia bekerja sebagai aktor teater dan film hingga sekarang. Sedangkan Tapa adalah anggota Bengker Teater Rendra yang menetap di Paris dari 1974 hingga kini.

Sebagai sebuah video tentang teater, Sang Musafir dan Roland Dubillard menarik untuk diikuti. Sudut pengambilan gambar dan plot ringan memudahkan penonton mengenal secuil sosok Dubillard melalui tuturan Jim. Naskah yang Jim mainkan baik bersama Tapa Sudana maupun sendirian cukup menunjukkan bagaimana bentuk naskah Dubillard dalam Les Diablogues. Sayang alih bahasa yang Jim kerjakan pada dua pelisanan naskah Dubillard dalam karya ini terkesan jadul dan agak sulit dimengerti oleh pengguna Bahasa Indonesia hari ini. (tir)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : tir




Close Ads