alexametrics

Naskah Bahasa Jawa setelah Sunny Morning

6 Desember 2019, 14:34:51 WIB

JawaPos.com– Akhir November lalu Forum Aktor Yogyakarta (FAY) mementaskan ulang lakon Di Punggungmu Kusandarkan Waktu Yang Tak Pernah Bicara Kita di Hal Teater Gajahmada. Pementasan ini adalah bentuk adaptasi FAY terhadap Pagi Bening terjemahan Sapardi Djoko Damono dari naskah drama berjudul Sunny Morning karya Serafin-Joaquin Alvarez Quintero. Beres dengan naskah adaptasi, FAY kembali bersentuhan dengan naskah drama berbahasa Jawa.

’’Beberapa teman FAY diminta untuk membacakan naskah drama radio berbahasa Jawa,’’ kata Verry Handayani. Salah satu anggota dan pengelola FAY ini menambahkan, pembacaan naskah berbahasa Jawa di Hotel Tjokro Style tersebut membawakan Pamit Rondha (pamit meronda, Red) karya Erlina Rakhmawati. Naskah ini sebelumnya sudah digubah menjadi drama radio oleh Kulawarga Swarabawa yang disutradarai Jujuk Prabowo dan Landung Simatupang.

’’Usai pembacaan naskah di pahargyan Kulawarga Swarabawa itu kami kok kepikiran mungkinkah memainkannya di atas panggung teater,’’ kata Verry. Salah satu daya pikat Pamit Rondha adalah cerita yang sederhana. Lakon tersebut secara ringkas berkisah tentang beberapa perempuan yang harus repot memamitkan suaminya masing-masing dari kewajiban meronda di kampung. Verry menyebut, kini pihaknya masih membahas kemungkinan-kemungkinan yang bisa dikerjakan bila naskah itu memang hendak dipanggungkan.

Usai pentas ulang adaptasi Pagi Bening, Forum Aktor Yogyakarta menimbang kemungkinan mementaskan naskah drama radio dalam bahasa Jawa. (Wicak Widhi Cahya for Jawa Pos)

Berinteraksi dengan naskah drama berbahasa Jawa bukanlah hal baru bagi FAY. Mereka mengawali perjalanannya dengan melakukan dramatic reading naskah berbahasa Jawa berjudul Siasat dan Mandhiri karya Handung Kussudyarsana pada 2011. Lalu, FAY menjadi salah satu kelompok pembaca di dalam Indonesia Dramatic Reading Festival(IDRF) dari 2011-2013. Aktivitas mereka adalah rutin latihan, diskusi, riset, dan produksi pementasan teater yang fokus pada isu-isu sosial dan isu perempuan.

 

 

 

Editor : tir


Close Ads