alexametrics

Secara Bisnis Belum Ideal, tapi Setidaknya Sudah Merdeka

6 Juni 2021, 13:03:22 WIB

STUDIO sekaligus tempat usaha? Dua seniman Jogjakarta, Eko Nugroho dan Farid Stevy, pernah melakukan itu pada masa awal-awal merintis karier menjual merchandise yang didesain sendiri.

Eko mulai membuka toko kecil di depan rumahnya pada 2012. Saat itu bisnisnya belum menunjukkan perkembangan. Demi meminimalkan pengeluaran, akhirnya dia memanfaatkan lahan di ruangan yang dijadikan studio. Langkah itu sekaligus dilakukan untuk membenahi sistem kerja tim DGTMB.

Di sana Eko mengembangkan dua profesinya sekaligus. Menjadi pelaku seni rupa dan pebisnis. Menurut dia, menyatukan tempat usaha dengan studionya adalah pilihan yang tepat. Dia bisa tetap berkarya sembari melakukan pengawasan. ”Jadi ya, memang saya butuh mendampingi mereka. Sambil berkarya lukis, saya juga mengawasi kerja tim DGTMB,” katanya.

Seiring dengan berjalannya waktu, animo masyarakat terhadap merchandise yang dijualnya semakin meningkat. Produksi pun diperbanyak. Hasil lukisan Eko juga semakin bertambah. Akibatnya, ruangan semakin penuh dengan lukisan kanvas dan barang dagangan. Juga, orang-orang yang bekerja di sana. Ayah dua anak itu pun akhirnya memutuskan untuk memisahkan studio dengan toko pada akhir 2017.

”Toko yang ngalah akhirnya karena udah padet. Di sana jadi rumah, terus ada tim studio juga. Jadi, ya udah cari tempat,” tutur Eko.

PEKA ZAMAN: Menurut seniman Heri Dono, karya seni haruslah bisa merepresentasikan suara masyarakat. (MUHAMAD ALI/JAWA POS)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : shf/c14/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads