alexametrics

Pameran Arsip Seni Khas In Situ Nongkosawit

6 Juni 2020, 05:02:46 WIB

JawaPos.com– Penta K Labs edisi dua yang ditaja Kolektif Hysteria (Semarang) pada 23-25 November 2018 lalu kini dapat dinikmati lagi. Arsip berupa dokumentasi hingga pembacaan kembali terhadap biennale seni khas in situ bertajuk Sedulur Banyu tersebut secara lengkap dapat dilihat di laman mereka. Penta K Labs II yang ikut mengantar Kolektif Hysteria menjadi jawara dalam ajang Youfab Global Creative Award 2019 di Jepang tersebut dibingkai dalam bentuk pameran berjudul Water Ecosystem Nongkosawit.

Ahmad Khairudin dari Kolektif Hysteria menyebut Penta K Labs tidak akan berhenti sebagai pameran arsip secara daring seperti yang tampak dalam laman pentaklabs.or.id saja. ’’Kami sedang mematangkan rencana untuk menyajikan Penta K Labs dengan memanfaatkan teknologi realitas tertambah,’’ katanya. Adin, sapaannya, tidak menjelaskan kapan Penta K Labs edisi realitas tertambah tersebut akan diluncurkan untuk publik.

Pilihan menyajikan Penta K Labs dengan menggunakan realitas tertambah adalah ikhtiar menghadirkan kembali binennale seni khas in situ tersebut menjadi lebih kuat. Maklum, sebagai sebuah arena seni khas in situ, kemelekatan karya dengan situs sangatlah penting. Karya semacam itu nyaris mustahil dihadirkan kembali di luar situs pilihan mengingat tiap karya di jalan ini memang secara spesifik tercipta berdasar respons antara pencipta dengan sebuah situs yang niscaya berbeda satu sama lain. Menghadirkannya kembali melalui pameran arsip mesti diakui mustahil memunculkan kembali aksi reaksi organik antara seniman dan situs pada sebuah karya beserta audiensinya.

Water Ecosystem Nongkosawit berisi arsip dan dokumentasi Penta K Labs II Sedulur Banyu di Dukuh Randusari, Kelurahan Nongkosawit, Gununggpati tersebut disajikan dengan lengkap. Mulai dari catatan kuratorial yang mendedah titik tolak karya-karya pelaku seni di dalamnya hingga video dan foto dokumentasi biennale ke dua Kolektif Hysteria tersebut menjadi bacaan menarik baik bagi mereka yang dulu hadir maupun tidak. Termasuk mengapa pilihan Nogkosawit di Semarang bagian atas sebagai situs pilihan dan relasinya dengan Penta K Labs I (2016) di Kemijen yang berada di kawasan Semarang bawah tersaji dengan detil dalam pameran ini.

Ada sekitar 13 seniman pertunjukan maupun visual dari dalam dan luar negeri yang terlibat dalam peristiwa bersemangat lintas disiplin tersebut. Masing-masing seniman diminta untuk merespons sejarah lokal yang sudah dikumpulkan tim riset melalui karya khas in situ. ’’Pada perkembanganya, tidak hanya isu air yang menjadi perhatian tetapi kompleksitas kampung itu sendiri yang semuanya berhubungan satu sama lain,’’ jelas Adin. Ada yang berbentuk mural, seni instalasi, seni rupa performatif, hingga pentas wayang. (tir)

 

Editor : tir



Close Ads