alexametrics

Panggilan Terbuka Lakon Teater

5 Agustus 2020, 01:22:35 WIB

JawaPos.com – LeLakon 2020 yang ditaja oleh Kalabuku, Kalanari Theatre Movement, Indonesia Dramatic Reading Festival (IDRF), Kala Teater, dan Bandung Performing Arts Forum (BPAF) mengumumkan panggilan terbuka bagi karya tulis yang diciptakan dengan tujuan menjadi lakon untuk pertunjukan teater ciptaan para penulis dan atau pelaku teater Indonesia. Lakon yang terpilih nantinya disusun menjadi sebuah buku antologi.

LeLakon 2020 adalah upaya yang tak hanya ingin menjaring lakon, namun juga mendokumentasikan sekaligus menyebarkannya. Bagi pengirim yang karyanya terpilih masuk dalam buku antologi, tak ada hadiah uang tunai, piagam, piala, dan sejenisnya. Mereka hanya akan menerima lima eksemplar buku antologi yang memuat karyanya. Semua lakon yang masuk melalui panggilan terbuka ini akan diseleksi oleh tim kurator sebelum diputuskan masuk dalam buku antologi.

Tim kurator LeLakon terdiri dari nama-nama yang dekat dengan seni dan teater di Indonesia hari ini. Mereka adalah Muhammad Abe (aktor, penerjemah, direktur IDRF, Yogyakarta), Shinta Febriany (sutradara, penyair, penulis lakon, Makassar), Brigitta Isabella (peneliti seni, kritikus seni, Yogyakarta), Riyadhus Salihin (sutradara, dramaturg, penulis lakon, Bandung), dan Ibed Surgana Yuga (sutradara, penulis lakon, editor Kalabuku, Bali/Yogyakarta).

’’Kami berharap buku antologi dari LeLakon 2020 dapat terbit pada tahun ini juga,’’ kata Ibed Surgana Yuga dari Kalabuku. Buku antologi tersebut diperkirakan dapat memuat lima hingga 10 lakon yang beragam. Keragaman antologi tersebut tidak lepas dari siasat kerja kuratorial yang diterapkan LeLakon 2020.

Menurut Ibed, kuratorial LeLakon tidak diringkus dalam satu tema. LeLakon 2020 justru membuka pintu selebar-lebarnya untuk keberagaman. Baik dalam bentuk, gaya, tema, eksperimen, dan sebagainya. Cara ini diharapkan dapat meluaskan jangkauan jelajah ruang ungkap lakon. Bisa pula karya yang dikrimkan berupa lakon untuk dimainkan satu orang.

Proses kurasi LeLakon 2020 melekat pada kurator sebagai pribadi maupun tim kerja. Kerja kuratorial semacam itu dengan sendirinya tidak akan lepas dari subjektivitas dan ideologi masing-masing kurator walau tetap bersifat dialogis dan kolektif. Hal tersebut membuka kemungkinkan kurator dapat tak memilih satu lakon pun karena tak sesuai dengan bingkai kurasinya.

Ketentuan lakon yang dikirimkan untuk LeLakon 2020 cukup longgar. Tidak ada batasan jumlah halaman atau durasi pertunjukan. Lakon ditulis dengan sebagai bahasa utama bahasa Indonesia. Bahasa selain Indonesia harus disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia. Lalu, karya yang dikirim bukan terjemahan, saduran, adaptasi, atau alih wahana dari karya orang lain. Lakon yang sudah pernah dipentaskan, diterbitkan, diikutkan atau memenangkan lomba boleh dikirimkan selama hak ciptanya dipegang oleh penulis.

Mereka yang hendak mengirimkan karyanya dalam LeLakon 2020 diberi tenggat waktu hingga 5 September 2020. Lalu, pada 5 Oktober 2020 naskah terpilih akan diumumkan. Semua naskah yang dikirimkan dalam LeLakon 2020 akan dikurasi ulang oleh IDRF. Nantinya, naskah yang terpilih dalam kurasi ulang tersebut akan dibacakan dalam IDRF 2020 yang diselenggarakan akhir tahun ini. (tir)

Editor : tir



Close Ads