
Taufiq Ismail. (Muhamad Ali/Jawa Pos)
JawaPos.com – Karya-karya sastrawan Taufiq Ismail kembali mendapat pengakuan dunia. Baru-baru ini, dia memperoleh Anugerah Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) 2024.
Sastra Mastera merupakan anugerah bergengsi tingkat tinggi yang diberikan oleh Brunei Darussalam kepada tokoh sastra atau sastrawan yang berasal dari negara anggota Mastera. Yakni, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Pemberian anugerah tersebut berdasar persetujuan yang diberikan oleh Kerajaan Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam.
Pengiran Haji Mohd. Hasnan bin Pengiran Haji Ali Hassan, Setiausaha Tetap (Kebudayaan) Kementerian Kebudayaan, Belia dan Sukan, selaku Pengerusi Jawatankuasa Panel Penilai Pusat Anugerah Sastera Ke-7 Mastera menjelaskan, pemilihan calon pemenang Mastera ini melalui berbagai tahapan di tiap negara anggota. Mulai dari pemilihan calon penerima anugerah hingga proses penjurian di tiap negara.
”Hadiah dianugerahkan oleh Kerajaan Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam serta para penaja,” ujarnya dalam keterangan resmi Kemendikbudristek kemarin (6/10).
Terdapat enam kriteria pemilihan tokoh yang ditetapkan untuk mengukur pencapaian, perkembangan, sumbangan luar biasa, penulisan karya berkualitas tinggi, serta keterlibatan dan keaktifan dalam mengembangkan kemajuan sastra di dalam dan luar negeri. Salah satunya, soal keaktifan dalam menghasilkan karya hingga pembinaan dalam pengembangan sastra.
Taufiq dalam sambutan yang disampaikan oleh Wakil Ketua Mastera Indonesia Hafidz Muksin mengucapkan terima kasih. Penghargaan itu merupakan sebuah kehormatan besar baginya.
”Dan ini sungguh mengharukan bagi saya. Saya merasa bersyukur telah hampir menghabiskan seluruh usia untuk puisi dan bahasa,” ungkapnya.
Baginya, lewat puisi dan bahasa, dia bersama sahabat-sahabat seangkatannya yang kini sudah paripurna menunaikan kewajiban-kewajiban seorang insan akan senantiasa berjuang untuk kebebasan dan keadilan. ”Puisi adalah hati nurani. Puisi adalah cinta semesta yang menyala di dada,” sambungnya.
Taufiq pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei Darussalam melalui Mastera Brunei Darussalam yang menyelenggarakan Anugerah Sastrawan ke-7 ini. Dia berharap Anugerah Mastera yang diberikan kepadanya tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para sastrawan di generasi berikutnya. (mia/c17/bay)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
