alexametrics

Semar Boyong Terinspirasi Kondisi Politik di Indonesia

1 Desember 2019, 22:26:02 WIB

JawaPos.com – Semar yang sedang nyaman beristirahat di kahyangan terkejut dengan banyaknya tamu yang mengunjunginya. Tiga kali Semar harus menerima tamu. Para tamu itu ingin membawa Semar turun kahyangan karena kerajaan mereka sedang rusuh. Semar dianggap bisa meredakannya.

Dalam lakon Semar Boyong yang dibawakan Ki Ardi Purboantono di UPT Taman Budaya Jawa Timur pada Jumat malam (29/11), Lesmana dan Anoman yang pertama mengunjungi Semar. Mereka diutus Sri Rama yang resah karena Kerajaan Pancawati kena musibah.

Nyatanya, mereka bertemu dengan Sengkuni, Duryudana, dan Karna. Ketiganya juga ingin membawa pulang Semar karena Astina terserang wabah penyakit. Tidak hanya itu, Antareja, Antasena, dan Gatotkaca pun datang atas utusan Puntadewa untuk membawa turun Semar ke Kerajaan Amarta.

’’Kerajaan kalian ribut karena ulah kalian sendiri,” ucap Semar kepada para tamu yang hendak membawanya. Menurut dia, bentuk kepemimpinan buruklah yang mengakibatkan tiga kerajaan tersebut dirundung masalah. ’’Tidak cuma pemimpin. Ulama yang merasa paling benar! Mengafirkan yang lain! Malah sekarang melarikan diri dari negara,” ujar Semar yang disambut sorakan meriah dari penonton.

Dalam lakon kali ini, Ki Ardi Purboantono kerap memberikan kritik terhadap kondisi Indonesia. Beberapa kali dia memunculkan dialog yang menyinggung kerusuhan saat ini. ’’Pemimpin perlu menjadi contoh warganya. Kalau pemimpinnya tidak becus, negara juga kena masalah,” tuturnya.

Tidak jarang pula dialog wayang menyindir para cendekiawan, ulama, maupun tokoh negara yang tidak menjadi contoh baik bagi warganya. Apalagi, menurut dia, kesenian merupakan medium yang bagus untuk menyampaikan kritik. ’’Bahkan, sebelumnya kesenian juga dijadikan media dakwah yang berhasil,” imbuhnya. Untuk itu, dalam lakon kali ini, Ki Ardi ingin memberikan teguran mengenai kondisi negara saat ini.

(Jawa Pos)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ell/c7/any



Close Ads