alexametrics

Sandiwara Pekaba, Mengembalikan Bahasa ke Hulu

1 November 2019, 19:56:30 WIB

JawaPos.com – Bahasa tidak sekadar ujaran yang dilontarkan lewat kosakata. Ranah PAC melihatnya lebih dari aspek hulu, yakni bunyi. Cara pandang itu ditampilkan dalam sebuah pertunjukan yang berjudul Sandiwara Pekaba.

Pementasan drama yang dijadwalkan digelar di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Minggu (3/11) itu, menggarap pertunjukannya dari seni tradisi lisan Minangkabau. Tradisi lisan itu meliputi salawat dulang, dikia pano, gandang tambua, randai dan sampelong. Lalu diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah komposisi karya yang baru dan berbeda dari sumber asalnya. Itulah Sandiwara Pekaba yang digarap oleh Ranah PAC, kelompok seni pertunjukan dari Padang.

“Pemain dalam karya ini adalah para Pakaba (juru cerita dalam tradisi lisan Minangkabau) yang saling bertarung menggunakan bahasa. Tapi, bahasa di sini dalam pengertian tidak hanya kata atau kalimat verbal, namun bunyi yang bisa datang dari mana saja: tubuh, perkakas sehari-hari, alat musik, dan lain-lain. Dengan kata lain, bahasa dipulangkan ke hulunya, yakni bunyi. Berinteraksi tidak lagi sepenuhnya dengan kosakata, tetapi dengan kosabunyi dan kosagerak,” ungkap Direktur Artistik Ranah PAC, S Metron M, dalam keterangan persnya, Jumat (1/11).

Dramaturgis Ranah PAC, Heru Joni Putra, menambahkan, dasar pertunjukan Sandiwara Pekaba tradisi Minangkabau. “Pada dasarnya berbagai jenis tradisi Minangkabau memiliki karakteristik sebagai sesuatu yang dalam wacana seni pertunjukan. Hari ini disebut seni lintas disiplin. Kami terus mengeksplorasi potensi estetik itu. Tidak ada pemisahan antara musik, tari, atau drama. Semua unsur pertunjukan tersebut dikembangkan sedemikian rupa,” ujar Heru.

Karya Sandiwara Pekaba sudah dipentaskan sejak 2014 di beberapa kota. Seperti di Padang, Medan, Pekanbaru, Solo dan Singapora. Namun, karya yang ditampilkan di Galeri Indonesia Kaya telah banyak mengalami perubahan dengan formula paling mutakhir.

Editor : Ilham Safutra



Close Ads