Rumah tak hanya menjadi tempat bermukim, tetapi juga tempat menyalurkan ekspresi seni. Hal itulah yang coba diterapkan oleh arsitek EAPSTUDIO Evan Aria dalam hunian bernama PC House yang terletak di kawasan Surabaya Timur.
KONSEP dasar yang diterapkan pada PC House adalah modern tropis. Salah satunya ditandai dengan banyaknya bukaan di rumah seluas 700 meter persegi tersebut. Namun, bukaan itu dibuat tidak biasa atau membosankan. Terutama pada area komunal yang terletak di lantai 1.
Area tersebut menjadi ruangan pertama yang menyambut setelah pintu utama dibuka. Ruang komunal itu terlihat menonjol berkat ukiran batik mega mendung yang diterapkan pada jendela dan pintu. Ukiran itu terbuat dari kayu jati solid yang dikerjakan dengan tangan oleh perajin dari Jepara, Jawa Tengah, selama empat bulan. Tiap potongan disatukan dengan rapi sehingga tidak tampak sambungan yang menonjol.
Berkat ukiran yang menjadi focal point, ruangan tersebut terlihat artistik. ’’Owner ingin ada sesuatu yang berbeda. Ada unsur etnik Indonesia yang diterapkan,’’ tutur Evan.
Motif batik mega mendung dipilih karena bentuknya menyerupai awan. Cahaya matahari pagi yang menembus jendela dan ukiran itu akan menciptakan bayangan awan yang cantik pada lantai. Terlebih, area komunal menggunakan lantai tegel dengan warna gelap yang menambah kesan hangat. ’’Konsepnya ruang awan. Jadi, kalau kena matahari, bayangannya membentuk awan, gambarannya seperti ketika naik pesawat dan melihat keluar jendela yang dipenuhi awan,’’ terangnya.
Menariknya, rumah ini didominasi material yang dibuat dengan tangan, bukan produksi pabrik. Bukan hanya ukiran batik mega mendung, melainkan juga kusen jendela, kusen kayu, hingga batu alam yang diterapkan pada halaman belakang. Bahkan, kayu sisa dari pintu atau bagian lainnya dimanfaatkan untuk kisi-kisi plafon.
”Banyak yang terlibat dalam konsep desain ini, bagaimana kita menggandeng para perajin supaya mereka bisa lestari, juga agar kita tidak selalu pakai bahan pabrikan sehingga lebih sustainable,’’ terang arsitek prinsipal EAPSTUDIO tersebut.
Rumah ini memiliki banyak area terbuka yang menjadi tempat masuknya udara dan sinar matahari. Sehingga, setiap ruangan memiliki bukaan yang besar dan view yang dapat dinikmati. Misalnya ruang makan dan pantry yang letaknya saling berseberangan. Keduanya dipisahkan kolam renang terbuka yang berada di tengah-tengah rumah tersebut.
Pantry yang terbuka dilengkapi meja makan, spot favorit pemilik rumah untuk sarapan. Area open plan juga meliputi taman belakang. Tidak hanya menjadi sumber masuknya cahaya dan udara, taman juga tempat pemilik menuangkan hobi berkebunnya. ’’Di belakang itu lahan kosong, jadi dinding taman itu tidak dibuat full sampai atas, sehingga masih mendapat view ke belakang,’’ terang Evan. (adn/c17/nor)
---
HIGHLIGHTS
MEJA MAKAN ESTETIS
Meja makan pada main dining room mencuri perhatian karena kakinya terbuat dari akar kayu jati utuh yang digosok dan dibentuk sedemikian rupa. Lalu bagian atasnya dilapisi dengan kaca sebagai meja.
KAYU MERBAU
Pintu utama menggunakan material kayu merbau solid. Karena itu, ukiran tidak bisa dibuat terlalu dalam. Evan memaparkan, prosesnya menggunakan mesin ukir CNC dengan motif mega mendung.
TANGGA EKSPOS
Tangga yang terletak di ruang makan dibuat tanpa railing. Evan mengatakan, tangga itu memang sengaja dibuat agar terlihat seperti instalasi seni atau penghias ruangan.
---
- Arsitek: Evan Aria (@EAPSTUDIO)
- Luas tanah: 1.530 meter persegi
- Luas bangunan: 700 meter persegi
- Lama pengerjaan: 1,5 tahun
- Lokasi : Surabaya Timur