Modern tropis masih menjadi tema favorit hunian di Indonesia. Salah satunya yang diterapkan Aang Wirawan dalam proyek JJ House. Terletak di kawasan metropolitan Jakarta Utara, rumah tersebut memberi nuansa tenang dan nyaman.
KUNCI rumah bertema modern tropis adalah banyaknya bukaan. Pada JJ House, hal itu tampak jelas dari fasadnya. Meski berdinding masif, fasad tersebut memiliki banyak bukaan lebar. Baik di lantai dasar maupun di lantai atas. ”Secara konsep, semua ruangan memiliki akses mendapat sinar matahari melalui ventilasi,” kata Aang kepada Jawa Pos pada pekan lalu.
Courtyard atau ruang kosong terbuka pun ditempatkan di beberapa tempat. Salah satunya di tengah bangunan yang berdampingan langsung dengan ruang makan. Area tersebut dibuat terbuka pada bagian atapnya. Dengan begitu, air hujan bisa leluasa masuk ke courtyard seolah mengaburkan batas indoor dan outdoor pada rumah tersebut.
Lantainya sengaja dibuat decking kayu yang durable, bukan tanah atau rumput hidup agar dapat difungsikan sebagai tempat bersantai. Sedangkan dalam segi penghijauan, Aang menerapkan vertical garden di salah satu sisinya.
”Kita kan nggak bisa taruh taman di situ, jadi penghijauan di sisi vertikal aja. Dan vertical garden itu hidup, bukan artifisial,” terangnya. Vertical garden itu pun dikatakan Aang turut memberikan nuansa refreshing pada ruangan di lantai atas.
Ruangan di sekelilingnya otomatis menjadi terang lantaran courtyard hanya dibatasi dengan sliding door kaca transparan. Di sisi lain, area ruang makan terasa lebih luas berkat adanya courtyard tersebut. Terlebih, ruang makan dibuat double-height ceiling yang membuatnya terasa semakin lega. ”Selain itu, menciptakan komunikasi virtual. Ketika ada anaknya di atas, pemilik rumah bisa melihat aktivitasnya,” katanya.
Tampak luar, JJ House seolah terdiri atas tiga lantai. Tidak ada basemen, lantai paling dasar difungsikan sebagai carport dan area servis. Lalu di atasnya merupakan area komunal seperti ruang keluarga ruang makan dan kamar tidur tamu. Kemudian, lantai 3 merupakan kamar utama dan kamar anak. Di atas lantai 3 itu, rupanya masih ada satu lantai lagi yang dibuat seolah seperti attic (loteng).
Lantai paling atas terletak di balik bentuk atap limas. Area itu menampung kantor dan multifunction room. ”Kalau dibuat empat lantai, komposisinya akan tinggi banget. Disiasati supaya bangunan nggak terlihat masif dengan attic ini,” katanya. Attic itu tampak tertutup pada bagian depan karena bukaan difokuskan pada bagian belakang.
View dari sana pun lebih leluasa dibandingkan lantai lain lantaran posisinya paling tinggi sehingga tidak terhalang oleh rumah tetangga di kanan dan kiri. ”Di area paling atas itu juga ada rooftop dan taman,” tandasnya. (adn/c7/nor)
Baca Juga: Fasad Eksploratif, Interior Rumah Prairie Menenangkan
---
HIGHLIGHTS
Fasad Marmer
Fasad tampak seolah seperti tebing dengan bentuk lengkungan yang unik. Aang memilih material marmer travertine yang dipadukan dengan material alam lainnya. Yakni, batu curing dan bitumen.
Interior Modern
Kesan modern terasa kental pada keseluruhan interior rumah tersebut. Penataan interior oleh Cipta Desain Arsitektur Mandiri (CDAM) itu juga tidak membosankan berkat permainan warna pop di beberapa spot. Misalnya, electric blue pada sofa.
Skylight dan Pocket Courtyard
Setiap ruangan di rumah ini mendapatkan akses langsung ke sinar matahari dan udara. Bagian belakang kamar mandi dibuat skylight yang menambah pasokan cahaya. Aang juga menempatkan beberapa pocket courtyard untuk memaksimalkan visual.
---
- Arsitek: Aang Wirawan (Aang Wirawan Studio)
- Luas lahan: 380 meter persegi
- Lokasi: Jakarta Utara
- Tahun proyek: 2021