Hunian sering kali merefleksikan karakter pemiliknya atau mengandung filosofi tertentu. Penyanyi Denny Caknan mengungkapkan filosofi di balik desain rumahnya yang asri dan kental elemen kayu.
KESAN megah dan modern tampak menonjol dari bangunan yang terletak di pinggir Jalan Raya Ngawi–Caruban itu. Bentuknya kubus, berbeda dengan tampilan bangunan di sekitarnya. Namun, begitu masuk ke dalam, nuansa natural terasa. Elemen kayu dan ”hutan” yang terletak di lantai bawah akan menyambut siapa pun saat memasuki rumah pelantun lagu Wirang itu.
Hutan mini itulah yang membuat elemen natural tropis terasa kental di rumah tersebut. Ditambah deretan meja dan kursi kayu yang berada di tengah-tengahnya. Di tempat itu terlahir karya-karya musik penyanyi bernama asli Deni Setiawan tersebut.
Taman ala hutan tropis tersebut didesain oleh seniman aquascape kenamaan asal Malang, Herry Rasio. ”Hutan dengan suara kicau burung. Tempat paling pas untuk mencari inspirasi,” kata Denny saat ditemui Desember lalu di rumahnya. Suasana sejuk diiringi gemericik suara air dari kolam ikan dan kicauan burung serta hijaunya pemandangan membuat pikiran jadi fresh.
Tak hanya hutan mini, bagian dalam rumah juga dikonsep modern tropis. Banyak bukaan besar yang mengarah ke taman tersebut. Pada beberapa titik terdapat sentuhan kayu. Mulai pintu hingga dindingnya. Termasuk pintu kayu besar di ruang tamu.
Lemari berbahan kayu menyambut ketika naik tangga dari ruang makan ke ruang tamu. Lemari tersebut memajang benda memorial dalam karier Denny. Ada sederet piala penghargaan dan plakat YouTube.
Soal material kayu itu, Denny punya cerita unik. Dia mengungkapkan sebenarnya memiliki fobia dengan kayu yang masih dirasakan sampai sekarang. Menurut Denny, kayu itu identik dengan gamelan. ”Saat samar-samar mendengar suara (gamelan) wayang pada malam hari, perasaanku mak sliwer wedi (takut),” ungkap penyanyi 30 tahun itu.
Namun, petuah dari mentornya –Soimah Pancawati dan pelawak Kirun–mendorongnya untuk melawan fobia kayu itu. Rumah Mak’E, sapaan karib Soimah, di Pendopo Tulungo, Bantul, kental dengan nuansa kayu.
Demikian pula rumah Abah Kirun yang terletak di Madiun didominasi kayu jati. Dalam filosofi Jawa, kayu terutama kayu jati menandakan kedewasaan dari sang pemilik rumah. Cocok seperti Denny saat ini yang memasuki fase pendewasaan, akan menjadi ayah.
Terdapat dua pendopo yang menghadirkan unsur kayu makin kental di rumah Denny. Satu di sisi belakang rumah, satu lagi di lantai atas. ”Pendopo hadiah dari Abah Kirun,’’ ucap suami Bella Bonita itu. Saat ini Denny juga sedang membangun ”rumah kayu” di belakang rumahnya untuk menambah spot ngumpul santai di rumah yang asri itu. (ren/c6/nor)
---
HIGHLIGHT
- Taman Hutan Tropis
Terdapat pepohonan rindang dan beberapa sangkar burung. Dilengkapi meja dan kursi dari bongkahan kayu jati yang menjadi focal point. Denny kerap menjadikannya untuk mencari inspirasi lagu-lagu karyanya.
- Kolam Ikan
Terletak di sisi luar ruang makan, dibatasi dinding kaca dan pintu geser. Memberi view yang segar ketika makan atau bercengkerama di ruangan tersebut.
- Ruang Biliar
Ruangan pribadi Denny Caknan dilengkapi meja biliar pada sisi tengah. Tempat menciptakan karya musik dan mencurahkan kreativitas dalam desain.
- Pendopo
Pendopo di lantai paling atas sering digunakan Denny untuk berkumpul dengan kolega yang berkunjung.
---
RUMAH DENNY CAKNAN
- Luas lahan: 1.050 meter persegi (30 meter x 35 meter)
- Lama pembangunan: 11 bulan
- Lokasi: Ngawi