alexametrics

Ster House, Hunian Berkonsep Vertikal

30 Agustus 2020, 17:56:01 WIB

JawaPos.com – Salah satu cara membuat hunian yang lega di lahan sempit adalah menerapkan pembangunan rumah secara vertikal dengan banyak bukaan di dalamnya. Ster House karya tim Delution Architect ini bisa jadi inspirasi.

Dibangun di kawasan perumahan Tebet, Jakarta Selatan, Ster House yang merupakan rumah Nita Carnavian memang tampak mencolok jika dibandingkan dengan rumah di sekelilingnya. Fasad bangunan tiga lantai itu menghadirkan garis vertikal yang tegas dan direpetisi atau polanya diulang agar makin tegas. Bukannya atap genting, bagian atas justru dibuat menjadi area rooftop untuk bersantai dan dijadikan area taman.

Indira Pramundita, salah seorang anggota tim arsitek Delution Architect, menjelaskan bahwa pemilik rumah ingin huniannya berkonsep upper house. Yakni, rumah dengan gaya arsitektur kontemporer yang dibangun secara vertikal. ’’Luas lahannya nggak terlalu besar. Tapi, klien ingin ada tempat untuk memarkir dua unit mobil,’’ ujar Dira.

Lantaran jalan di depan rumah terlalu kecil, dua mobil harus dimasukkan ke carport yang menjadi bagian dari lantai 1 Ster House. Karena sebagian besar ruangan sudah digunakan sebagai carport, ruangan lain seperti dapur kering, ruang makan, ruang keluarga, kamar mandi utama, mini gym, hingga kamar tidur menempati area lantai 2 dan 3.

Sebagai akses antarlantai, tim Delution Architect membuat tangga semi-outdoor di bagian kanan rumah. Dari tangga itulah nama Ster House berasal. Tangga berbahan kayu tersebut bak menara tangga (stair tower, disingkat Ster) yang menghubungkan setiap lantai.

Tangga dan setiap ruangan dibatasi sekat kaca. Tujuannya, memberi batas yang jelas antara akses servis (yang digunakan asisten rumah tangga) dan akses utama. ’’Di lantai 1, selain carport dan ruang semi-outdoor untuk menerima tamu, ada juga dapur basah dan kamar ART. Jadi, pemisahan service area dan ruangan untuk keluarga sudah jelas,’’ jelas Dira.

Sirkulasi udara dan pencahayaan pun lebih optimal di area tangga semi-outdoor berkat bukaan di bagian samping. Selain itu, sejumlah bukaan di setiap lantai dan celah pada beberapa material memberikan kelegaan bagi penghuni.

Ada tiga warna yang mendominasi Ster House. Yakni, putih, abu-abu, dan cokelat kayu. Ketiganya muncul di permukaan material rumah yang terdiri atas plester aci, keramik, concrete wood, vinil, dan kayu. Tidak ramai dan terkesan bersih. Area tangga semi-outdoor juga tidak luput dari perhatian. Bagian dinding sebelah tangga diberi tanaman rambat sehingga area itu disebut green wall.


HIGHLIGHTS:

TANGGA SEMI-OUTDOOR

(FERNANDO GO MULYA FOR JAWA POS)

Letaknya yang terpisah dan dibatasi sekat dari ruang utama membuat tangga tidak memakan tempat. Selain itu, anak-anak tangga dibuat mengawang untuk memperlancar sirkulasi udara di area ini. Separo area bagian atas diberi atap transparan agar air hujan tidak membasahi tangga.

BORDES MULTIFUNGSI

(FERNANDO GO MULYA FOR JAWA POS)

Karena tangga adalah lokasi aktivitas paling banyak terjadi, harus ada resting area. Pilihannya jatuh pada area bordes di tangga semi-outdoor. Setiap bordes dilengkapi tempat duduk dan area tanaman untuk beristirahat.

RUANG TAMU

(FERNANDO GO MULYA FOR JAWA POS)

Di lantai 1, tepat di sebelah carport dan sebelum pintu masuk, terdapat space kosong yang digunakan untuk menerima tamu. ’’Jadi, orang yang nggak terlalu dekat dengan pemilik bisa diterima di situ tanpa harus ke ruang keluarga lantai 2,’’ jelas Dira.


STER HOUSE

Arsitek: Delution Architect
Arsitek desain: Muhammad Egha, Hezby Ryandi, Fahmy Desrizal, Indira Pramundita, dan Hafizh Husain T.
Engineer architect: Defi Andri
Kontraktor: CRI

Lokasi: Tebet, Jakarta Selatan, Indonesia
Luas tanah: 103 m²
Luas bangunan: 210 m²
Lama pengerjaan: 2 tahun

Editor : Ilham Safutra

Reporter : len/c14/ayi



Close Ads