Double Courtyard dan Timber Screen Peredam Bising

28 Agustus 2022, 20:10:08 WIB

PENEMPATAN dua courtyard atau halaman itu bukan tanpa alasan. Pemilik rumah merupakan orang Batak yang suka berkumpul dengan keluarga besar. Mereka menginginkan sebuah rumah yang bisa menampung hingga seratus orang. Daripada membuat ruangan tertutup seperti ballroom, Eben pun ’’memecahnya’’ menjadi ruang terbuka dan semi-terbuka. ’’Kalau indoor terlalu membosankan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Selasa (23/8).

Halaman pertama terletak di bagian depan rumah. Di sana ada kolam ikan yang dihiasi patung. Area itu tidak tampak dari luar karena tertutup oleh timber screen atau kisi-kisi kayu. Eben mengatakan, halaman depan itu berfungsi sebagai area penerima tamu yang tidak begitu dikenal. Jadi, privasi tetap terjaga.

’’Front courtyard itu juga menjadi buffer pertama agar bagian dalam rumah tidak terlihat dari jalan raya,’’ terang Eben. Selain itu, kolam ikan bisa meredam kebisingan jalan raya yang berada tepat di depan rumah.

Halaman depan itu kemudian terhubung dengan ruang keluarga. Dua area tersebut hanya dibatasi pintu lipat yang bisa dibuka lebar. Eben mendesain ruang keluarga dengan konsep double-height ceiling. Dengan begitu, ruang keluarga terkesan mewah dan megah. ’’Nggak perlu membuat ruangan yang besar, tapi tinggi aja. Jadi, kesannya tidak sumpek,’’ paparnya.

Di sisi barat ruang keluarga itu terdapat inner courtyard. Dilengkapi kolam renang yang menambah refreshing spot di rumah tersebut. ’’Kalau ngumpul, kebanyakan lebih senang di courtyard. Jadi nyebar gitu, dan enggak ngebosenin,’’ kata alumnus Universitas Katolik Parahyangan itu. Lalu, di samping kolam renang terdapat ruang makan dan pantry yang juga bisa dibuka selebar-lebarnya sebagai ruang komunal.

Eben menyebut rumah itu bergaya modern tropis. Selain double courtyard, hal yang membuat rumah itu menarik adalah elemen kayu yang mendominasi. Timber screen berbahan jati tidak hanya diterapkan pada fasad, tapi juga ditarik ke interior untuk menjaga konsistensi. Bahkan, di ruang keluarga, sebagian besar dindingnya merupakan timber screen. Selain membuat ruangan terasa lebih sejuk, timber screen dapat menciptakan bayangan yang indah saat terpapar sinar matahari.

HIGHLIGHTS

TRIK FASAD RAMPING

FASAD BERKERAKTER: Bentuk fasad Raffles House berupa dua boks kayu yang salah satunya tampak seperti menembus tembok.

Fasad rumah berbentuk seperti dua boks kayu yang diletakkan berdampingan. Salah satu boks dibuat seperti menembus tembok. Eben mengatakan, hal itu merupakan teknik untuk membuat bangunan tampak langsing.

LUXURY TOUCH

Dominasi material kayu dipadukan dengan material lain yang menghasilkan sentuhan luxury. Contohnya, material kulit dan marmer seperti di kamar tidur utama.

AREA SERVIS

Ruang keluarga dibuat double-height ceiling dengan timber screen mengelilingi dinding. Di sampingnya terdapat courtyard dengan kolam renang.

Rumah itu tampak clean dan rapi. Rupanya, Eben menyembunyikan area servis dengan membuat pintu yang tampak seperti dinding kayu. Dapur kotor dan area servis dapat diakses lewat pintu di dekat tangga.

RAFFLES HOUSE

  • Arsitek: Ebenhaezer Lontoh (@ebenlontoh)
  • Site Area: 480 meter persegi
  • Lama pengerjaan: 1,5 tahun
MODERN TROPIS: Halaman di sisi depan yang menjadi area entrance.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c18/nor

Saksikan video menarik berikut ini: